Palembang, JurnalTerkini.id – Tim dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memantau pelaksanaan Operasi Mantap Brata Musi 2023-2024 sejak Senin hingga Rabu (20/12/2023).
Tim juga melakukan pengumpulan data SDM, sarpras dan anggaran serta klarifikasi saran dan keluhan masyarakat (SKM). Kegiatan dilaksanakan di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan dan wilayah hukum Polrestabes Palembang
Sumatera Selatan dipilih sebagai obyek satuan wilayah Polri yang mendapat perhatian khusus Kompolnas karena kultur masyarakatnya yang heterogen berpotensi kerawanan cukup tinggi dalam hal pemilih Pemilu 2024 terutama di wilayah tapal batas dimana domisili dan KTP pemilih berada di lokasi yang berbeda.
“Jangan sampai terdapat pemilih ganda yang berakibat pada perselisihan hasil Pemilu,” tutur Dr. Yusuf Warsyim, S.Ag., M.H., dalam paparannya.
Pada kesempatan tersebut, sebagai Ketua tim, Dr. Yusuf didampingi anggota Kompolnas, H. Mohammad Dawam, S.H.I., M.H., bersama Tim Set.Kompolnas, Brigadir Hari Mukti Dwi Hanggoro, S.Psi, Bripka Nico Frandus Silalahi, S.H., dan Ikbal S.Pd.I yang diterima langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Albertus Rachmad Wibowo, SIK bersama PJU di Mapolda Sumatera Selatan.
Kapolda meminta kepada jajaran Satuan Kerja di wilayah Polda dan Satuan Wilayah Polres sebagai pengelola anggaran agar melakukan prosedur tata kelola keuangan negara dengan prinsip ekonomis, efesien dan akuntabel sehingga dapat dipertanggungjawabkan disetiap anggaran negara yang digunakannya.
Kepada PJU dan anggota, Kapolda berharap agar senantiasa memperhatikan kalender kamtibmas pada proses tahapan Pemilu 2024 dengan memprediksi potensi gangguan kerawanan yang mungkin terjadi dengan tetap menjaga profesionalisme dan netralitas Polri dalam pelayanan kepada masyarakat khususnya di tahun Pemilu.
Sementara itu Dr. Yusuf menekankan bahwa apa yang dilakukan Kompolnas tidak lain adalah sinergi kelembagaan berupa pengawasan fungsional dalam rangka ikhtiar mewujudkan profesionalisme dan kemandirian polri.
“Oleh karenanya perlu diantisipasi viralnya pemberitaan yang dapat menganggu Kamtibmas di Sumsel mulai dari buzzer, influencer, dan netizen di era digital yang memiliki motivasi berbeda beda itu,” ucapnya.
“Viralnya sebuah kasus bisa mempengaruhi situasi Kamtibmas,” imbuh Yusuf.






