Bencana Kelaparan di Gaza Memburuk; PBB Bersiap Voting Resolusi Gencatan Senjata

Seorang pria Palestina berjalan di Kota Gaza pada Senin, 27 November 2023 pada hari keempat gencatan senjata sementara antara Hamas dan Israel.
Seorang pria Palestina berjalan di Kota Gaza pada Senin, 27 November 2023 pada hari keempat gencatan senjata sementara antara Hamas dan Israel.

Bencana kelaparan di kalangan warga Palestina di jalur Gaza terus memburuk, menurut badan-badan bantuan. Sementara, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersiap melakukan pemungutan suara pada Selasa (12/12/2023) terkait usulan gencatan senjata dalam konflik antara Israel dan Hamas yang telah berlangsung selama dua bulan tersebut.

Nyawa ratusan warga sipil terenggut dalam serangan Israel di Gaza sejak Amerika Serikat (AS) pada Jumat memveto resolusi Dewan Keamanan yang menyerukan gencatan senjata.

Bacaan Lainnya

Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza diusir dari rumah mereka. Mereka mengatakan tidak mungkin mendapatkan perlindungan atau makanan di wilayah pesisir yang padat penduduknya. Program Pangan Dunia PBB mengatakan setengah dari penduduknya menderita kelaparan.

“Kelaparan mengintai semua orang,” kata UNRWA, badan PBB yang bertanggung jawab atas pengungsi Palestina, dalam cuitan di platform X.

Warga Gaza mengatakan bahwa orang-orang yang terpaksa melarikan diri berkali-kali akhirnya meninggal karena kelaparan dan kedinginan, selain juga akibat dari serangan bombardemen Israel. Mereka menggambarkan adanya penjarahan truk bantuan dan lonjakan harga yang tinggi.

Israel mengatakan instruksinya kepada masyarakat untuk mengungsi adalah salah satu langkah yang diambil untuk melindungi warga sipil ketika mereka mencoba membasmi Hamas.

Serangan Israel menewaskan 18.205 orang dan melukai hampir 50.000 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara kemungkinan besar pada Selasa (12/12/2023) akan meloloskan rancangan resolusi yang menggunakan bahasa yang mirip dengan resolusi yang ditolak oleh AS pada sesi Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara pada pekan lalu.

Resolusi-resolusi Majelis Umum tidak bersifat mengikat. Namun mempunyai bobot politik dan mencerminkan pandangan dunia.

Beberapa diplomat dan pengamat memperkirakan pemungutan suara tersebut akan mendapat dukungan yang lebih besar dibandingkan seruan majelis pada Oktober untuk “gencatan senjata kemanusiaan yang dilakukan segera, bertahan lama dan berkelanjutan.”

Total Views: 600

Pos terkait