Gerindra Targetkan Prabowo-Gibran Menang Besar di Lampung, Ini Targetnya

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menghadiri konsolidasi akbar DPD Gerindra Lampung pada Jumat (8/12/2023). (dok siberindo.co)
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menghadiri konsolidasi akbar DPD Gerindra Lampung pada Jumat (8/12/2023). (dok siberindo.co)

“Kemudian memperbaiki kualitas SDM kita menuju Indonesia Emas 2045 dengan memberi makan siang dan susu gratis kepada setiap anak-anak kita di sekolah. Negara wajib bagi usia anak sekolah mendapatkan makan siang dan susu dari negara. Ini sebagai cara kita mengatasi penyakit kekurangan gizi. Jadi kita sangat rugi kalau generasi kita tidak unggul saat bersiap menuju Indonesia emas 2045,” papar Muzani disambut tepuk tangan kader.

Menurut Muzani, program-program Prabowo-Gibran ini sudah melalui pengkajian mendalam. Itu sebabnya rakyat sangat berharap agar Prabowo-Gibran bisa memimpin Indonesia pada 2024 mendatang. Serangan demi serangan, kata Muzani harus dihadapi dengan santai.

Bacaan Lainnya

“Peningkatan ketersukaan masyarakat kepada Prabowo-Gibran ini sangat luar biasa. Dengan begitu kita diserang, kita dituduh. Tapi segala macam serangan apapaun kader Gerindra tenang-tenang saja. Nggak usah serang balik. Pokonya kita harus jaga persatuan, jaga kerukunan, jaga persahabatan. Mereka semua adalah saudara kita. Dengan begitu, insya Allah Pak Prabowo menang satu putaran,” tutur Muzani.

Selain itu, Muzani juga menegaskan bahwa Prabowo akan melanjutkan program-program kerakyatan seperti BLT, PKH, Dana Desa, dan BPJS. Bahkan, kata Muzani, pemberian program itu akan diperluas manfaatnya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang belum terjamah bantuan seperti itu dari negara.

“Pak Prabowo sangat ingin mensejahterakan petani mengatasi persoalan pupuk subsidi. Beliau juga akan melanjutkan program BLT, disempurnakan dan diperluas. Memperluas penerima PKH, melanjutkan program BPJS yang sekarang sudah ada akan diperluas. Melanjutkan dana desa. Semua ini bagian dari cara Pak Prabowo untuk menghilangkan kemiskinan ekstrim di Indonesia,” tutupnya. (siberindo)

Editor: M Sarih

Pos terkait