Ibu Kota Jakarta Catat Kasus Mpox Terbanyak

ILUSTRASI - Seorang dokter memeriksa luka pasien akibat terinfeksi cacar monyet (mpox) di ruang isolasi RS Arzobispo Loayza, Lima, 16 Agustus 2022. (AFP/Ernesto BENAVIDES)
ILUSTRASI - Seorang dokter memeriksa luka pasien akibat terinfeksi cacar monyet (mpox) di ruang isolasi RS Arzobispo Loayza, Lima, 16 Agustus 2022. (AFP/Ernesto BENAVIDES)

Potensi Penularan Cacar Monyet Terbanyak Lewat Kontak Seksual

Sementara itu kemungkinan penularan mpox paling banyak terjadi melalui kontak seksual dengan 51 kasus. Namun enam kasus cacar monyet lainnya belum diketahui jejak penularannya.

Bacaan Lainnya

Adapun gejala yang timbul dari 57 kasus mpox itu yakni simtomatik seperti demam dan muncul lesi terjadi pada 54 orang. Kemudian pasien dengan gejala asimtomatik atau tidak dengan gejala demam dan lesi yakni tiga kasus.

“Rata-rata masa inkubasi pada kasus yang terkonfirmasi sekitar 7 hari. Gejala yang timbul dan dikeluhkan itu terbanyak adalah muncul lesi di kulit, demam, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan influenza,” ucap Farchanny.

Cacar Monyet Merebak Pesat 2023

Tim pakar dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Lie Khie Chen, menyatakan angka kematian kasus mpox sangat kecil.

“Kami di RSCM menerima pasien dengan rujukan. Jadi penderita mpox yang dirujuk ke RSCM adalah pasien dengan komorbid yang berat. Kalau pasien yang kami rawat memang komplikasi, masuknya dengan kondisi yang bermasalah dan harus menjalani operasi,” katanya.

Lie Khie Chen juga memberikan klarifikasi terkait dengan satu pasien cacar monyet yang dirawat di RSCM. Menurutnya, pasien itu meninggal dunia bukan karena mpox. “Kondisi dari pasien penyebab meninggalnya sama sekali bukan karena mpox. Disebabkan oleh komorbid lainnya. Kita tidak perlu khawatir kasus mpox umumnya kasus yang bisa diatasi,” ujarnya.

Sementara itu spesialis penyakit dalam konsultan tropik infeksi, Robert Sinto, mengatakan angka kematian pada kasus mpox masih rendah. Namun upaya deteksi dini penyakit mpox perlu menjadi prioritas agar tidak terjadi penularan yang lebih banyak di masyarakat.

“Satu kasus yang berakhir dengan kematian bukan berarti angka kematiannya tinggi akibat mpox tapi rendah, sehingga tidak perlu terlalu khawatir tapi harus meningkatkan kewaspadaan,” tandasnya.

Kasus mpox di Indonesia pertama kali dilaporkan pada pada 20 Agustus tahun 2022 dengan satu kasus. Sejak saat itu sepanjang tahun 2022 tidak ada lagi kasus mpox yang ditemukan. Kemudian, kasus mpox di Indonesia kembali ditemukan pada Oktober 2023.[voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 484

Pos terkait