Strategi Main Agresif

Wina Armada Sukardi

Tidak Bermain Agresif

Baik kesebelasan U17 maupun senior Indonesia manakala menghadapi lawan-lawannya terbaru yang lalu, sama sekali tidak bermain agresif. Justeru lawan-lawannyalah yang bermain agresif.
Kesebelasan Indonesia, baik U17 maupun senior, sejak awal dikurung habis-habisan setengah lapangan oleh lawan. Jangankan menyerang, untuk keluar dari area sendiri saja, pemain Indonesia amat susah.

Bacaan Lainnya

Lawan bermain sangat agresif. Mereka langsung pressing di depan gawang dan Indonesia. Operan-operan pendek kesebelasan Indobesia di daerah sendiri jadi macet karena permainan agreaif lawan. Akibatnya sering fatal, pemain kita membuat kesalahan sendiri dengan operan yang tidak akurat dan membiarkan lawan merebut bola di daerah kesebelasan Indonesia.

Di kesebebasan senior semua gol tercipta karena kesalahan pemain belakang Indonesia yang tertekan permainan agrasif lawan.Sebaliknya, pemain Indonesia sama sekali tak terlihat bermain agresif. Hanya beberapa kali kesebelasan Indonesia mencoba bermain agresif. Salah satunya melahirkan gol ke gawang Irak.

Selama ini para pemain Indonesia hanya dapat bermain agresif melawan kesebelasan yang di bawah kelas. Saat melawan Brunai jelas Indonesia bermain agresif sehingga manpu menang dua kali dengan angka 6 – 0. Namun melawan kesebelasan yang dinilai lebih tangguh atau lebih punya nama, kesebelasan Indonesia belum manpu bermain agresif. Indonesia cenderung minder, setidaknya tidak ada rasa percaya diri yang tinggi.

Memang untuk membudayakan permainan agresif tak mudah. Membutuhkan waktu yang lama. Sementata untuk jangka pendek, seperti melawan Filipina Selasa, 21/11 ini, di Manila, kesebelasan yang relatif lebih lemah dari kesebelasan Indonesia, apakah Indonesia akan manpu bermain agresif atau tidak, kita saksikan saja bagaimana strategi pelatih.*

Total Views: 779

Pos terkait