Saran ketiga yang disampaikan Jokowi adalah agar OKI menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kekejaman yang telah dilakukan. Antara lain, dengan mendesak diberikannya akses pada Komisi Independen Penyelidikan Internasional tentang Wilayah Pendudukan Palestina atau Independent International Commission of Inquiry on the Occupied Palestinian Territory yang dibentuk Dewan Hak-hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melaksanakan mandatnya.
“Dan terus mendukung proses advisory opinion di Mahkamah Internasional,” tambahnya.
Keempat, OKI, tegas Presiden, juga harus mendesak dimulainya kembali perundingan damai untuk mewujudkan solusi dua negara dan menolak pemikiran solusi satu negara. Menurutnya, solusi satu negara hanya akan mengorbankan Palestina.
“Jika memang mekanisme kuartet sudah tidak dapat diandalkan, maka OKI harus mendorong proses negosiasi damai dengan format baru, dan Indonesia siap berkontribusi dalam negosiasi damai tersebut,” katanya.
Jokowi juga meminta dukungan dari para pemimpin OKI untuk menyampaikan hasil dari KTT Luar Biasa OKI kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.
“Dari Riyadh, saya sudah terjadwal melakukan kunjungan bilateral ke Amerika. Dengan izin para pemimpin, saya akan sampaikan hasil keputusan OKI hari ini kepada Presiden Biden,” ujarnya.






