Rusia dan Tiongkok Veto Desakan AS untuk Tindakan PBB terhadap Israel, Gaza

Anggota Dewan Keamanan PBB memberikan suara dalam pertemuan Dewan Keamanan tentang konflik antara Israel dan Hamas, di markas besar PBB di New York, AS, 25 Oktober 2023. (Foto: REUTERS/David 'Dee' Delgado)
Anggota Dewan Keamanan PBB memberikan suara dalam pertemuan Dewan Keamanan tentang konflik antara Israel dan Hamas, di markas besar PBB di New York, AS, 25 Oktober 2023. (Foto: REUTERS/David 'Dee' Delgado)

Rusia dan Tiongkok pada Rabu (25/10/2023) memveto desakan AS agar Dewan Keamanan PBB bertindak terkait konflik Israel-Hamas dengan menyerukan jeda pertempuran untuk memungkinkan akses bantuan kemanusiaan, perlindungan warga sipil dan penghentian pengiriman senjata untuk Hamas dan militan lainnya di Jalur Gaza.

AS mengajukan rancangan resolusi pada Sabtu ketika kemarahan global meningkat atas krisis kemanusiaan yang memburuk dan meningkatnya jumlah warga sipil yang tewas di Gaza. AS mengambil langkah itu hanya beberapa hari setelah memveto rancangan resolusi yang berfokus pada sisi kemanusiaan yang diajukan Brasil, dengan alasan perlu lebih banyak waktu untuk diplomasi yang dipimpin AS.

Bacaan Lainnya

Naskah awal AS mengejutkan banyak diplomat dengan sikap blak-blakannya yang menyatakan Israel memiliki hak untuk membela diri dan menuntut Iran agar berhenti mengekspor senjata untuk kelompok-kelompok militan. AS tidak memasukkan seruan bagi jeda kemanusiaan untuk akses bantuan. Namun AS kemudian banyak melunakkan naskah akhir yang diajukan ke pemungutan suara.

“Kami benar-benar mendengar Anda semua,” kata Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield kepada dewan beranggotakan 15 negara itu setelah veto ganda yang menurutnya mengecewakan. “Meskipun pemungutan suara hari ini merupakan kemunduran, kita tidak boleh berkecil hati.”

Amerika jarang sekali menyarankan Dewan Keamanan untuk bertindak. Washington biasanya melindungi sekutunya, Israel, di badan dunia itu.

Sepuluh anggota mendukung naskah AS, sementara itu Uni Emirat Arab menolak dan Brasil serta Mozambik abstain.

Total Views: 336

Pos terkait