PDIP dan PSI: Main Dua Kaki di Keluarga Jokowi

Seluruh keluarga Presiden Jokowi berbusana adat Jawa dalam prosesi pernikahan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep. (Foto: ilustrasi/ courtesy:Setpres RI)
Seluruh keluarga Presiden Jokowi berbusana adat Jawa dalam prosesi pernikahan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep. (Foto: ilustrasi/ courtesy:Setpres RI)

Didapuknya Kaesang Pangarep menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memperjelas posisi terakhir pilihan politik keluarga presiden Jokowi. Pakar menilai ini adalah strategi dua kaki yang unik.

SOLO JAWA TENGAH (VOA) – Pakar politik Universitas Sebelas Maret UNS Solo Agus Riewanto menilai keluarga Presiden Jokowi menerapkan strategi dua kaki di politik nasional. Dia juga menilai perbedaan pilihan partai politik di keluarga presiden sebagai langkah unik, dan secara etis akan menjadi sorotan publik.

Bacaan Lainnya

“Kaesang memiliki pilihan politik sendiri, berbeda dengan keluarga Presiden Jokowi, ya hal lumrah. Karena Kaesang sudah bukan keluarga inti atau anak yang menjadi tanggungan orang tua,” kata dia.

Namun, pilihan ini menjadi menarik karena pada sisi yang lain, PSI adalah parpol yang sudah mendeklarasikan dukungan kepada bacapres Prabowo Subianto. Sedangkan PDI-P mantap mengusung Ganjar Pranowo.

“Ini fenomena unik di Indonesia, karena selama ini keluarga Presiden cenderung memilih satu parpol. Kalau di keluarga Presiden Jokowi ini saya melihat politik dua kaki. Bisa juga dilihat, keluarga Presiden ada yang tidak nyaman di PDIP,” tambah Agus kepada VOA, Jumat (29/9/2023).

Seperti diketahui, Jokowi adalah kader PDIP sejak maju sebagai calon wali kota Solo. Berturut-turut dukungan datang dari partai itu dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta dan Pilpres 2014-2019. Selain itu, putra sulungnya, Gibran Rakabuming dan menantunya, Bobby Nasution juga berlabuh di PDIP. Gibran menerima jatah dukungan sebagai wali kota Solo, sedangkan Bobby menjadi Wali Kota Medan.

Agus mengatakan, berlabuhnya Kaesang Pangarep di PSI berdampak pada peta politik keluarga Presiden dan koalisi Pemilu 2024.

DPP PDIP sendiri tidak mempermasalahkan pilihan politik ini. Aturan satu keluarga satu partai, yang berlaku di PDIP, hanya diterapkan bagi keluarga inti. Kaesang telah menikah dan berkeluarga sendiri, sehingga ketetapan itu tidak berlaku untuk dirinya.

Total Views: 698

Pos terkait