Pengoperasian Bandara Bati sudah lama dinantikan para investor di kawasan perdagangan bebas yang menginginkan akses transportasi udara yang cepat.
Karimun (Jurnal) – Penerbangan perdana pesawat Susi Air rute Karimun-Pekanbaru mengawali peresmian Bandara Sei Bati, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (23/1).
Pesawat Cessna Grand Caravan berkapasitas 12 penumpang milik maskapai tersebut mendarat mulus dengan disambut Bupati Karimun Nurdin Basirun beserta sejumlah pejabat di daerah setempat.
Pesawat perintis merupakan pesawat pertama yang mendarat di Bandara Bati yang baru selesai dibangun antara pembangunan dan perpanjangan landas pacu agar bisa didarati pesawat komersial.
“Kami bersyukur Bandara Bati akhirnya bisa melayani penerbangan komersial,” kata Nurdin di sela-sela peresmian.
Susi Air akan melayani rute Pekanbaru-Karimun satu kali sepekan dan Bupati berharap agar jadwal penerbangan pesawat tersebut ditambah di masa mendatang.
Menurut Nurdin, pengoperasian Bandara Bati sudah lama dinantikan para investor di kawasan perdagangan bebas yang menginginkan akses transportasi udara yang cepat.
“Sebagai daerah tujuan investasi, Karimun sudah selayaknya memiliki bandara komersial, apalagi posisinya berada di wilayah perbatasan,” katanya.
Ia juga berharap akan lebih banyak lagi pesawat yang mendarat di Bandara yang dibangun dengan dana APBN dan APBD itu.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak Susi Air, terutama Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Aviation, Susi Pudjiastuti yang telah berinvestasi. Kami berharap kerja sama ini ditingkatkan di masa datang,” tuturnya.
Kepala Bandar Udara Sei Bati Farel L Tobing mengatakan pengoperasian perintis Susi Air APBN. Ia optimis kehadiran pesawat akan mendorong perekonomian Karimun.
Bandara Bati awalnya dibangun Kantor Wilayah II Bea dan Cukai dan PT Timah yang dioperasikan pada 23 Juli 1978. Kemudian, pengelolaannya diserahkan ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada 14 Agustus 1978.
Saat ini Bandara Bati masuk klasifikasi kelas III dengan panjang landasan 1.300 meter dan lebar 30 meter.
“Kita berharap kedepan nanti nya bandara ini bisa didarati pesawat jenis ATR 72 atau pesawat jenis yang lebih besar,” ucap Farel.
Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Aviation Susi Pudjiastuti diwakili Manajer Wilayah Sumatera Rendy Samir Lubis menyampaikan, di Sumatera Susi Air telah membuka 9 rute penerbangan antarpulau, antara lain Pekanbaru-Tanjungbalai Karimun, Jambi, Kerinci, Rengat, Pasir Pangaraian, Tanjungpinang, dan Dabo-Singkep.
“Kami telah menandatangani kontrak dengan pemerintah bernilai Rp16,43 milyar dengan sumber dana dari APBN 2014. Subsidi dari APBN itu memungkinkan harga tiket di rute penerbangan perintis berkisar antara Rp180.000 hingga Rp200.000,” tuturnya.
Ia berharap pesawatnya dapat melayani penerbangan antarpulau atau antarkabupaten di seluruh Indonesia sebagai penegasan sebagai maskapai pengumpan (feeder).
Menurut pihak agen perjalanan Citra Karimun Indah (CKI), harga tiket Susi Air rute tujuan Pekanbaru hanya Rp283.300.
“Berangkat setiap Kamis dari Karimun pukul 13.30-14.20 WIB dari dari Pekanbaru pukul 12.30-13.20 Wib,” jelas Ana. (rdi/haluankepri.com)





