Abdul Rohim mengatakan, antusias pelaku usaha yang begitu tinggi itu terlihat dengan banyaknya yang meminta agar plafon pinjaman dapat lebih besar kedepannya.
Hanya saja, kata dia, saat ini plafon pinjaman yang tersedia hanya maksimal Rp20 juta dengan tenor 2 tahun.
“Maksimal saat ini hanya Rp20 juta, Pemprov Kepri dan kami tentu mendengar permintaan para pelaku usaha terkait penambahan plafon. Semoga kedepannya bisa bertambah,” katanya.
Rohim juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kepri yang telah menginisiasi program pinjaman tanpa bunga yang sangat dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM.
Menurutnya, program tersebut sangat tepat sasaran dan tepat guna untuk membantu para pelaku UMKM bangkit pasca terpuruknya ekonomi akibat pandemi Covid-19.
“Para pelaku usaha sangat senang dan merasa terbantu, khususnya mereka yang usahanya kecil atau rumahan. Tentu sangat membutuhkan dukungan dari program-program pemerintah seperti ini,” katanya.






