AUCKLAND, SELANDIA BARU – Inggris resmi bergabung dalam perjanjian perdagangan Asia Pasifik atau CPTPP. Hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian untuk bergabung oleh Menteri Perdagangan Inggris Kemi Badenouch hari Minggu (16/7/2023).
Perpanjan perdagangan Asia Pasifik, yang mencakup Jepang, Meksiko, dan Australia. Ia menggambarkan hal itu sebagai “berita sangat baik bagi Inggris.”
The Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) merupakan perjanjian dagang terbesar yang pernah diikuti Inggris sejak meninggalkan Uni Eropa tiga tahun lalu.
“Indo-Pasifik adalah asal sebagian besar pertumbuhan global… Pada sekitar tahun 2035, kami memperkirakan sekitar 50% pertumbuhan global akan berasal dari kawasan itu,” tambah Badenoch setelah menandatangani perjanjian tersebut di Auckland.
Pemerintah Inggris sebelumnya mengatakan keanggotaan itu akan mengurangi tarif produk susu dan barang-barang lain, serta menghapus birokrasi untuk urusan layanan. Hal-hal ini akan mendongkrak ekonomi Inggris hingga US$2,2 miliar.
Badenoch memuji perjanjian itu dengan mengatakan, perjanjian ini menunjukkan bahwa “Inggris bukan negara picik” setelah memilih untuk meninggalkan Uni Eropa pada 31 Desember 2020.
Inggris menjadi negara ke-12 yang menjadi anggota CPTPP. Sebelas negara lain sebelumnya adalah : Australia, Brunei Darussalam, Cili, Jepang, Kanada, Malaysia, Meksiko, Peru, Singapura, Selandia Baru, dan Vietnam.
Keikutsertaan Inggris sebagai anggota baru merupakan yang pertama kali sejak kesepakatan ini dibuat tahun 2018. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam






