Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen melawat ke Tiongkok. Janet mendarat di Beijing, Kamis (6/7/2023) untuk menggelar pertemuan dengan para pemimpin Tiongkok sebagai bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali hubungan yang tegang oleh perselisihan tentang keamanan, teknologi, dan gangguan lainnya.
Yellen berencana untuk memfokuskan kunjungannya pada upaya menstabilkan ekonomi global dan mempertanyakan dukungan Tiongkok terhadap Rusia selama invasinya ke Ukraina, kata para pejabat Departemen Keuangan di Washington DC kepada wartawan menjelang perjalanan tersebut.
Menteri itu dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pejabat Tiongkok, pengusaha Amerika dan anggota masyarakat, menurut para pejabat Departemen Keuangan itu. Mereka tidak memberikan rincian, tetapi mengatakan Yellen tidak akan bertemu dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping.
Kunjungan Yellen itu menyusul lawatan Menteri Luar Negeri Antony Blinken, yang bertemu Xi bulan lalu dalam kunjungan tingkat tertinggi AS ke Beijing dalam lima tahun. Keduanya sepakat untuk menstabilkan hubungan tetapi gagal menyepakati peningkatan komunikasi antara militer kedua negara.
Yellen sebelumnya menyatakan penentangannya terhadap pemisahan ekonomi, atau pemutusan industri dan pasar AS dan Tiongkok. Para pebisnis telah memperingatkan dunia mungkin terpecah menjadi pasar yang terpisah sehingga memperlambat inovasi dan pertumbuhan ekonomi, karena kedua pemerintah memperketat kontrol atas perdagangan teknologi dan barang lain yang dianggap sensitif.
Baca Jurnal Berita Dunia lainnya: Pentagon Tolak Tanggapi Laporan Tiongkok Bangun Pangkalan Mata-Mata di Kuba
Yellen mengatakan bahwa kedua pemerintah “dapat dan perlu menemukan cara untuk hidup bersama” terlepas dari hubungan mereka yang tegang terkait geopolitik dan pembangunan ekonomi.
Gejolak terbaru terjadi setelah Presiden Joe Biden menyebut Xi sebagai diktator. Pemerintah Tiongkok memprotes, tetapi Biden mengatakan pernyataan blak-blakannya tentang Tiongkok adalah “bukan sesuatu yang akan banyak saya ubah.”
Hubungan telah tegang oleh perselisihan atas teknologi, keamanan, kebijakan agresif Tiongkok di luar negeri dan klaim yang saling bertentangan atas Laut Tiongkok Selatan dan wilayah lainnya.
Washington telah memperketat pembatasan yang diberlakukan oleh pendahulu Biden, Donald Trump, pada akses Tiongkok ke chip prosesor dan teknologi AS lainnya dengan alasan keamanan.
Hubungan menjadi sangat tegang setelah balon pengintai Tiongkok terbang di atas Amerika Serikat pada bulan Februari dan ditembak jatuh.
Minggu ini, Beijing menanggapi kebijakan pengetatan kontrol perdagangan teknologi AS dengan mengumumkan pembatasan yang tidak ditentukan pada ekspor galium dan germanium, dua logam yang digunakan dalam pembuatan semikonduktor, panel surya, rudal, dan radar. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam






