Pertempuran Sengit Terjadi di Ukraina Timur

Seorang polisi dan petugas penyelamat berjalan di depan restoran RIA Pizza yang hancur akibat serangan Rusia di Kramatorsk, Ukraina, Selasa, 27 Juni 2023. (Foto: via AP)
Seorang polisi dan petugas penyelamat berjalan di depan restoran RIA Pizza yang hancur akibat serangan Rusia di Kramatorsk, Ukraina, Selasa, 27 Juni 2023. (Foto: via AP)

Pertempuran sengit terjadi di Ukraina Timur pada Senin (3/7/2023). Pasukan Ukraina berhasil merebut kembali wilayah seluas 37 kilometer persegi di bagian timur dan selatan Ukraina selama sepekan ini.

Wakil Menteri Pertahanan Hanna Maliar di Telegram menyebutkan bahwa pertempuran sengit itu terjadi di Bakhmut dimana pasukan Ukraina terus bergerak maju di daerah itu. Sementara Rusia menyerang di Lyman, Adviivka dan Mariinka.

Bacaan Lainnya

Sebagian besar kemajuan Ukraina berlangsung di bagian selatan negara itu, kata Maliar, dengan 28 kilometer persegi wilayah direbut kembali selama sepekan ini. Ia menambahkan bahwa militer Ukraina melancarkan ofensif di daerah Melitopol dan Berdyansk.

Ukraina melancarkan serangan balasan pada awal Juni dalam upaya merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia sejak dimulainya invasi terhadap Ukraina pada Februari 2022.

Sebuah lembaga baru yang dibuka pada Senin (3/7/2023) di Den Haag berfokus pada penyelidikan dan pengumpulan bukti mengenai potensi kejahatan agresi Rusia terhadap Ukraina terkait dengan konflik tersebut.

Baca Jurnal Berita Dunia lainnya: PBB: 77 Tahanan Sipil Ukraina Dieksekusi Rusia

Pusat Internasional bagi Penuntutan Kejahatan Agresi (ICPA) didirikan untuk bekerja sama dengan Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC). ICC dapat mengadili kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida, tetapi tidak memiliki mandat bagi kejahatan agresi.

Departemen Kehakiman AS pada bulan lalu mengatakan bahwa lembaga baru ICPA “akan memainkan peran penting dalam ekosistem untuk menuntut kejahatan kekejaman yang dilakukan di Ukraina.”

Sebagai bagian dari investigasinya, ICPA akan memeriksa peran para pejabat Rusia dalam perang itu.

Rusia telah membantah menargetkan warga sipil atau melakukan kejahatan perang dalam agresi militer yang dilakukan di Ukraina. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 476

Pos terkait