Perdana Menteri Hun Sen Ancam Blokir Facebook

Dokumen: Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menghadiri perayaan yang menandai peringatan 66 tahun kemerdekaan negara itu dari Prancis, di pusat Phnom Penh, Kamboja, 9 November 2019. (REUTERS/Samrang Pring)
Dokumen: Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menghadiri perayaan yang menandai peringatan 66 tahun kemerdekaan negara itu dari Prancis, di pusat Phnom Penh, Kamboja, 9 November 2019. (REUTERS/Samrang Pring)

Perdana Menteri Hun Sen, Jumat (30/6/2023) menebar ancaman bahwa ia bisa memblokir akses media sosial facebook di Kamboja menyusul pernyataan Meta, perusahaan induk facebook akan menghapus video yang berisi ancaman akan memukul lawan-lawan politiknya.

Ancaman itu disampaikannya menjelang pemilihan umum yang akan digelar pada 23 Juli yang secara luas dianggap curang setelah pihak berwenang menolak pendaftaran penantang utama Partai Rakyat Kamboja yang berkuasa pimpinan Hun Sen.

Bacaan Lainnya

Kamis (29/6/2023), Facebook mengumumkan akan menghapus salah satu video Hun Sen sejalan dengan keputusan Dewan Pengawas Meta, perusahaan induk Facebook, yang juga merekomendasikan agar akunnya ditangguhkan.

Baca Jurnal Berita Dunia Maya yang ini: Dewan Pengawas Meta Desak Penangguhan Akun Facebook PM Kamboja

Para pakar teknologi menganggap langkah tersebut sebagai “perubahan drastis”.

Putusan itu mengatakan pidato Hun Sen berisi “pernyataan tegas tentang niat untuk melakukan kekerasan” terhadap politisi oposisi.

Setelah lama menjadi pengguna Facebook yang produktif, Hun Sen mengumumkan pada Kamis malam bahwa ia telah berhenti menggunakan platform tersebut dan tampaknya telah menghapus akunnya.

Berbicara kepada para pekerja garmen di Provinsi Pursat pada Jumat (30/6/2023), Hun Sen memperingatkan bahwa ia dapat memblokir Facebook “untuk waktu yang singkat atau selamanya” di Kamboja kapan saja untuk mencegah politisi oposisi yang diasingkan berkomunikasi dengan warga negara tersebut.

“Jangan sombong, kalian tinggal di luar negeri, kalian menggunakan Facebook untuk komunikasi, kami bisa memblokir Facebook,” katanya, seakan berbicara kepada lawan-lawan politiknya yang berada di pengasingan.

Ia kemudian mendesak warga Kamboja untuk mengunduh platform media sosial lainnya, termasuk Telegram, TikTok, Line, Viber, dan WhatsApp milik Meta yang lebih sulit pengawasan kontennya.

Hun Sen juga menuduh Facebook menutup mata terhadap pernyataan “menghina” yang ia klaim dibuat oleh para saingannya terhadap istri dan putra sulungnya Hun Manet, yang secara luas dipandang sedang dipersiapkan untuk mengambil alih kepemimpinan negara itu di masa depan. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 462

Pos terkait