Natuna, JurnalTerkini.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Desa Anti Korupsi di Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, pada Rabu (07/06/2023).
Spesialis Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Andhika Widiarto, menjelaskan, Limau Manis menjadi satu-satunya Desa di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang ditunjuk sebagai pelaksanaan Bimtek Program Desa Anti Korupsi.
Dijelaskan Andhika Widiarto, pada Februari 2022, pihaknya telah melakukan observasi terhadap 5 Desa di Kepri. Diantaranya 3 Desa dari Kabupaten Natuna, dan 2 Desa dari Kabupaten Bintan.
“Dari 5 Desa yang kami ajukan ke pimpinan KPK, di pilihkan Desa Limau Manis untuk di laksanakannya kegiatan ini,” jelas Andhika Widiarto, disambut tepuk tangan seluruh hadirin.
Kata dia, ada 81 Desa di Indonesia yang di observasi oleh KPK, untuk mengikuti Bimtek Desa Anti Korupsi ini. Dari 81 Desa tersebut, terpilih lah 22 Desa yang mewakili 22 Provinsi di Indonesia, termasuk Desa Limau Manis yang mewakili Provinsi Kepri.

“Tapi ini baru setengah kaki. Artinya belum tentu Desa Limau Manis lulus sebagai Desa Percontohan Anti Korupsi. Setelah ini masih akan ada penilaian lagi, yang dilakukan oleh tim lain dari KPK,” ucap Andhika Widiarto.
Setelah dilakukan penilaian tahap selanjutnya, baru ditentukan apakah Desa yang mengikuti Bimtek tersebut lulus atau tidak.
“Setelah dinyatakan lulus, baru nanti kami surati Gubernur, agar Desa tersebut menjadi Desa Percontohan Anti Korupsi di Provinsi tersebut,” katanya.
Lanjutnya, ini bisa menjadi kesempatan bagi Desa Limau Manis untuk mempromosikan potensi Desa. Sebab, setelah lulus dan mendapatkan sertifikasi Desa Anti Korupsi dari KPK, nantinya seluruh Desa di Provinsi tersebut dapat belajar mengenai tata cara pengelolaan keuangan Desa, agar terhindar dari masalah korupsi.
“Ini kesempatan baik bagi Desa Limau Manis. Karena nanti kalau lulus, maka seluruh Desa di Kepri bisa belajar dengan Desa Limau Manis. Artinya nanti akan banyak orang yang datang ke Desa Limau Manis, ini jadi kesempatan Desa untuk mempromosikan potensi Desa. Karena pasti mereka kesini sambil jalan-jalan,” tutur Andhika Widiarto.





