Serangan Rudal Rusia Hantam Kyiv, Tiga Tewas

Bangunan yang dirusak oleh drone yang ditembak jatuh saat Rusia melakukan serangan semalam, di Kyiv, Ukraina, Kamis, 1 Juni 2023. (Foto: AP)
Bangunan yang dirusak oleh drone yang ditembak jatuh saat Rusia melakukan serangan semalam, di Kyiv, Ukraina, Kamis, 1 Juni 2023. (Foto: AP)

Para pejabat Ukraina pada Kamis (1/6/2023) menyatakan serangan rudal Rusia yang membidik Ibu Kota Ukraina, Kyiv, menewaskan sedikitnya tiga orang dan 10 oran cidera akibat serangan rudal Rusia di Ibu Kota Kyiv.

Militer Ukraina mengatakan berhasil mencegat seluruh 10 rudal jarak pendek yang ditembakkan oleh Rusia.

Bacaan Lainnya

Para pejabat Kyiv mengatakan puing-puing dari rudal itu merusak bangunan-bangunan apartemen, sebuah klinik medis dan jaringan pipa air.

Rusia kerap melancarkan serangan udara terhadap Kyiv pada bulan Mei sementara Ukraina bersiap untuk melakukan serangan balasan dalam upaya menguasai kembali wilayah yang direbut pasukan Rusia sejak negara itu melancarkan invasi skala penuhnya ke Ukraina awal tahun lalu.

Gubernur Belgorod, di wilayah barat Rusia, Kamis, mengatakan penembakan malam sebelumnya melukai banyak orang di kota Shebekino.

Gubernur Vyacheslav Gladkov mengatakan di Telegram bahwa serangan itu juga merusak beberapa bangunan. Ia menyalahkan pasukan Ukraina atas serangan tersebut.

Dukungan NATO

Di Oslo, menteri-menteri luar negeri anggota NATO berkumpul pada Kamis untuk membahas peningkatan dukungan mereka bagi Ukraina serta keinginan Ukraina bergabung dengan aliansi militer tersebut.

“Semua sekutu setuju tugas yang paling mendesak dan penting sekarang adalah agar Ukraina menang sebagai negara berdaulat dan merdeka,” kata Sekjen NATO Jens Stoltenberg kepada wartawan. “Presiden Putin tidak boleh memenangkan perang ini.”

Ketika ditanya mengenai serangan di wilayah Rusia yang dikaitkan dengan Ukraina, Stoltenberg mengatakan Ukraina diserang oleh Rusia dan memiliki hak untuk membela diri. Ia mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin dapat menghentikan perang kapan saja, dan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan perang di Ukraina harus dituntut pertanggungjawaban.

Pertemuan di Oslo tersebut berlangsung menjelang KTT para pemimpin NATO bulan depan di Lithuania di mana Stoltenberg mengatakan ia berharap para sekutu akan menyepakati komitmen jangka panjang untuk mendukung Ukraina.

Pos terkait