FBI Tutup Piranti Spionase “Canggih” Dunia Maya Milik Rusia

Logo FBI yang tersemat di sebuah bangunan di Omaha, Nebraska, pada 10 Agustus 2022. (Foto: AP/Charlie Neibergall)
Logo FBI yang tersemat di sebuah bangunan di Omaha, Nebraska, pada 10 Agustus 2022. (Foto: AP/Charlie Neibergall)

Operasi itu menonaktifkan malware “Snake” di komputer yang disusupi alat buatan FBI yang disebut PERSEUS. FBI kemudian bekerjasama dengan pihak berwenang di negara-negara lain untuk memberitahu korban yang telah dimasuki “Snake” itu.

FBI telah melacak keberadaan “Snake” dan piranti malware lainnya selama hampir dua dekade, mengembangkan kemampuan untuk mendeskripsi dan memecahkan kode-kode komunikasi “Snake.”

Bacaan Lainnya

Wakil Jaksa Agung Lisa Monaco mengatakan upaya membongkar atau melumpuhkan piranti canggih itu “telah menetralisir salah satu alat spionase dunia maya tercanggih Rusia, yang digunakan selama dua dekade untuk memajukan tujuan Rusia.”

Dokumen-dokumen pengadilan yang dirilis pada Selasa merinci bagaimana unit FSB, yang dikenal sebagai Turla, mengerahkan “Snake” dari sebuah fasilitas FSB di Ryazan, Rusia, untuk melakukan operasi spionase sehari-hari.

Departemen Kehakiman menambahkan unit tersebut (Turla.red) telah berulangkali meningkatkan dan merevisi malware mereka untuk memastikan agar “tetap menjadi piranti spionase siber paling canggih dalam jangka panjang di Turla.” [*]

Jaringan: VOA
Editor: Rusdianto

Jurnal lainnya di Google News

Total Views: 386

Pos terkait