Interpol Desak Bantuan Pengungkapan 22 Pembunuhan Perempuan yang Belum Teridentifikasi

Gambar selebaran ini dirilis oleh Interpol pada 10 Mei 2023, menunjukkan rekonstruksi wajah perempuan tak dikenal yang diduga sebagai korban pembunuhan 'kasus dingin', sebagai bagian dari kampanye “Identify Me” (“Identifikasikan Saya”), 10 Mei 2023. (Handout/INTERPOL/AFP)
Gambar selebaran ini dirilis oleh Interpol pada 10 Mei 2023, menunjukkan rekonstruksi wajah perempuan tak dikenal yang diduga sebagai korban pembunuhan 'kasus dingin', sebagai bagian dari kampanye “Identify Me” (“Identifikasikan Saya”), 10 Mei 2023. (Handout/INTERPOL/AFP)

Rekonstruksi wajah telah dibuat untuk masing-masing korban serta informasi tentang tempat dan waktu mereka ditemukan, barang-barang pribadi yang ditemukan di tubuh dan pakaian serta perhiasan mereka.

“Setiap cara yang dapat kami pikirkan untuk menyelesaikan kasus belum terpecahkan ini telah dijajaki,” kata Francois-Xavier Laurent, yang mengelola database DNA Interpol.

Bacaan Lainnya

“Penyelidikan telah menemui jalan buntu dan kami berharap perhatian publik akan memungkinkan kami untuk mencapai kemajuan,” katanya kepada kantor berita AFP.

“Keluarga, teman, kolega yang mungkin tidak lagi melihat orang-orang ini dari hari ke hari” dapat memberikan informasi, “bahkan petunjuk kecil” yang dapat membantu menyelesaikan kasus dan menginformasikan keluarga perempuan, kata Laurent.

Kasus-kasus itu “tidak terkait satu sama lain” tetapi memiliki kesamaan “konteks internasional,” tambahnya.

Interpol percaya bahwa sebagian perempuan korban pembunuhan itu berasal dari berbagai negara di Eropa Timur. [*]

Jaringan: VOA
Editor: Rusdianto

Jurnal lainnya di Google News

Total Views: 342

Pos terkait