Rekonstruksi wajah telah dibuat untuk masing-masing korban serta informasi tentang tempat dan waktu mereka ditemukan, barang-barang pribadi yang ditemukan di tubuh dan pakaian serta perhiasan mereka.
“Setiap cara yang dapat kami pikirkan untuk menyelesaikan kasus belum terpecahkan ini telah dijajaki,” kata Francois-Xavier Laurent, yang mengelola database DNA Interpol.
“Penyelidikan telah menemui jalan buntu dan kami berharap perhatian publik akan memungkinkan kami untuk mencapai kemajuan,” katanya kepada kantor berita AFP.
“Keluarga, teman, kolega yang mungkin tidak lagi melihat orang-orang ini dari hari ke hari” dapat memberikan informasi, “bahkan petunjuk kecil” yang dapat membantu menyelesaikan kasus dan menginformasikan keluarga perempuan, kata Laurent.
Kasus-kasus itu “tidak terkait satu sama lain” tetapi memiliki kesamaan “konteks internasional,” tambahnya.
Interpol percaya bahwa sebagian perempuan korban pembunuhan itu berasal dari berbagai negara di Eropa Timur. [*]
Jaringan: VOA
Editor: Rusdianto
Jurnal lainnya di Google News






