Indonesia Kecam Keras Serangan Udara Junta Myanmar

Kerusakan akibat serangan udara junta militer di desa Pazigyi di Kotapraja Kanbalu, Wilayah Sagaing, Myanmar, Selasa, 11 April 2023. (Kelompok Aktivis Kyunhla via AP)
Kerusakan akibat serangan udara junta militer di desa Pazigyi di Kotapraja Kanbalu, Wilayah Sagaing, Myanmar, Selasa, 11 April 2023. (Kelompok Aktivis Kyunhla via AP)

Pengamat Myanmar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Pandu Prayoga mengatakan serangan oleh junta itu memiliki beberapa tujuan terhadap warga sipil.

“Yang pertama menyebarkan teror, bahwa yang berkuasa satu-satunya di Myanmar adalah pihak junta militer. Kedua, perang psikologi, pilih oposisi atau pilih kami Kalau (rakyat) pilih kami, aman. Kalau pilih menjadi oposisi, akan terus diserang,” ujar Pandu.

Bacaan Lainnya

Tujuan selanjutnya adalah terus menerus menciptakan konflik menjelang pemilu, agar warga senantiasa disibukkan dengan konflik, bukan pada hasil pemilu. Alhasil, lanjut Pandu, ujung-ujungnya pemenang pemilihan umum di Myanmar nantinya adalah militer.

Masih terus terjadinya aksi kekerasan, tambahnya, menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan Indonesia sebagai ketua ASEAN tidak efektif. Ia mengakui salah satu kelemahan ASEAN adalah tidak memiliki sanksi terhadap negara anggota yang melanggar rinsip dan aturan ASEAN, seperti yang dilakukan junta Myanmar, atau memberikan sanksi sosial seperti pengucilan. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 357

Pos terkait