“Saya menduga di atas bulan sabit merupakan planet yang bersinar seperti bintang. Cahayanya sangat terang, seperti planet venus,” ucapnya.
Mengutip kompas.com, peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang mengatakan, fenomena tersebut merupakan efek konjungsi bulan dan venus.
“Semalam bertepatan dengan malam tiga Ramadhan itu terjadi fenomena konjungsi Bulan dan Venus. Ini bisa disaksikan di seluruh Indonesia,” ujar Andi. (rdi)
Editor: Putri Permata Sari





