Hizbullah Bentuk Komando Baru Hadapi Perang Darat Usai Serangan Zionis

Petugas tanggap darurat saat berada di lokasi serangan udara Israel, di Beirut, Lebanon, 11 Oktober 2024. (Foto: Louisa Gouliamaki/REUTERS)
Petugas tanggap darurat saat berada di lokasi serangan udara Israel, di Beirut, Lebanon, 11 Oktober 2024. (Foto: Louisa Gouliamaki/REUTERS)

Avraham Levine, seorang analis di lembaga kajian Israel Alma, mengatakan bahwa Hizbullah seharusnya “siap dan menunggu” pasukan Israel dan bahwa mereka bukanlah target yang mudah.

“Fakta bahwa rantai komando telah rusak tidak menghilangkan kemampuan untuk menembaki komunitas Israel atau mencoba menyerang” pasukan Israel, kata Levine kepada Reuters. Ia menggambarkan Hizbullah sebagai “pasukan teror yang sama kuatnya seperti yang kita semua tahu.”

Bacaan Lainnya

Pasukan Hizbullah memiliki fleksibilitas dalam melaksanakan perintah yang disesuaikan dengan kemampuan di garis depan, kata seorang komandan lapangan Hizbullah. Ia menjelaskan bahwa komando baru ini merupakan “lingkaran sempit” yang terhubung langsung dengan medan pertempuran.

Ia mengatakan komando baru tersebut beroperasi secara rahasia. Ia tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang komunikasi atau strukturnya. Hizbullah belum menunjuk pemimpin pengganti Nasrallah, mengingat calon kuat penggantinya kemungkinan besar juga tewas.

Wakil pemimpin kelompok Syiah itu, Sheik Naim Qassem, mengatakan minggu ini bahwa ia mendukung upaya gencatan senjata, tetapi memastikan kemampuan kelompok tersebut masih solid.

Sumber lain yang mengetahui operasi Hizbullah menyatakan bahwa jaringan telepon khusus kelompok ini sangat “penting” untuk komunikasi saat ini. Mereka juga mengatakan bahwa jaringan tersebut berhasil bertahan dari serangan yang menargetkan komunikasi Hizbullah pada September.

Militer zionis mengumumkan pada 1 Oktober bahwa pasukan darat berhasil memasuki Lebanon selatan, yang diawali engan unit komando, diikuti oleh unit lapis baja reguler dan unit infanteri. Tentara cadangan dari Divisi ke-146 kini berada di darat, kata militer pada Selasa, sehingga jumlah divisi di wilayah Lebanon kini menjadi empat.

Israel belum mengatakan berapa banyak tentara yang berada di darat, tetapi satu divisi Israel biasanya terdiri dari lebih dari 1.000 orang.

Total Views: 592

Pos terkait