Bantuan AS
Amerika Serikat (AS) “sangat prihatin” dengan bencana gempa yang menimpa Turki dan Suriah. Washington sedang memantau peristiwa tersebut dengan cermat, kata penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan di Twitter.
“Saya telah menghubungi pejabat Turki untuk menyampaikan bahwa kami siap memberikan bantuan apa pun dan semua yang dibutuhkan,” katanya.
Badan Survei Geologi AS mengatakan gempa berkekuatan 7,8 magnitudo tersebut terjadi pada kedalaman 17,9 km. Badan tersebut juga melaporkan terjadinya serangkaian gempa bumi, salah satunya berkekuatan 6,7.
Wilayah Turki melintasi garis patahan seismik.
Bencana hari ini adalah gempa terburuk yang terjadi di Turki sejak 1999 ketika gempa berkekuatan serupa menghancurkan Izmit dan wilayah Laut Marmara timur yang berpenduduk padat di dekat Istanbul.Peristiwa tersebut menewaskan lebih dari 17.000 orang.
Getaran itu berlangsung sekitar satu menit dan menghancurkan jendela, menurut seorang saksi mata Reuters di Diyarbakir, 350 km ke timur, di mana seorang pejabat keamanan mengatakan sedikitnya 17 bangunan runtuh.
Pihak berwenang mengatakan 16 bangunan runtuh di Sanliurfa dan 34 di Osmaniye.
Lembaga penyiaran TRT dan Haberturk menunjukkan rekaman orang-orang yang melalukan pencarian di antara puing-puing bangunan, memindahkan tandu dan mencari korban selamat di Kota Kahramanmaras, yang saat itu masih gelap.
“Tugas utama kami adalah melakukan pekerjaan pencarian dan penyelamatan dan untuk melakukan itu semua tim kami dalam keadaan siaga,” kata Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu kepada wartawan.
Sejumlah getaran juga dirasakan di Ibu Kota Turki, Ankara, 460 km barat laut pusat gempa, dan di Siprus, di mana polisi melaporkan tidak ada kerusakan.
“Gempa bumi melanda wilayah yang kami khawatirkan. Ada kerusakan serius yang menyebar luas,” kata Kerem Kinik, Kepala Badan Bantuan Bulan Sabit Merah Turki, kepada Haberturk. Ia mengeluarkan seruan kepada masyarakat untuk melakukan donor darah.
Turki adalah salah satu negara paling rawan gempa di dunia. Lebih dari 17.000 orang tewas pada tahun 1999 ketika gempa berkekuatan 7,6 melanda Izmit, sebuah kota di tenggara Istanbul. Pada 2011, gempa yang menghantam kota di bagian timur, Van, menewaskan lebih dari 500 orang. [Voa]





