GM PT Pelindo Karimun Beberkan Alasan Kenaikan Tarif Masuk Pelabuhan

GM Pelindo Cabang Tanjung Balai Karimun Yusrizal (JurnalTerkini.id/Hendrik Gantino)
GM Pelindo Cabang Tanjung Balai Karimun Yusrizal (JurnalTerkini.id/Hendrik Gantino)

Alasan ketiga, menurut Yusrizal bahwa pada 2020 PT Pelindo sudah menginvestasikan dana lebih dari Rp15 miliar untuk revitalisasi pelabuhan internasional dan domestik.

“Hasilnya sama kita lihat, lebih besar dan lebar. Dan 2023 akan ditambah AC standing, 6 unit di ruang tunggu domestik dan 5 unit di ruang VIP dan tentu dayanya juga akan kita tambah,” tuturnya.

Bacaan Lainnya
Pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun (JurnalTerkini.id/yogi)
Pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun (JurnalTerkini.id/yogi)

Yusrizal juga memaparkan, proses kenaikan tarif pas masuk pelabuhan jauh-jauh hari sudah disampaikan kepada pemerintah daerah, sebelum adanya hearing dengan Komisi III DPRD Karimun bersama Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP) Karimun.

Dan hal penting, katanya lagi, PT Pelindo tidak ujub-ujub menaikkan tarif tanpa kajian, dan Pelindo juga bermitra dengan BUP Karimun dalam mengelola pelabuhan untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui bagi hasil 40% bagi daerah dan 60% bagi PT Pelindo.

“Memang tidak bisa. Setiap kebijakan menyangkut kepentingan orang banyak tetap ada pro dan kontra. Untuk itu kami bersama mitra BUP Karimun mengimbau masyarakat pengguna untuk bisa memahami akan kenaikan tarif pass pelabuhan yang dibandingkan daerah lain di Kepulauan Riau, kita cukup ketinggalan,” kata Yusrizal.

Menyinggung kapan tarif baru diberlakukan, dia menyatakan efektif berlaku 15 Januari 2023. “Bukan tanggal 1 Januari. Tapi 15 januari, masa iya” orang sibuk Natal dan tahun baru kita sibuk menaikkan tarif, itu gak logis,” jawab Yusrizal. (Hen)

Jurnalis: Hendrik Gantino

Total Views: 1055

Pos terkait