Karimun (Jurnal) – Komisi A DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mendorong Dinas Pariwisata Seni dan Budaya agar memperlombakan tradisi Lomba Jong dan Sampan Layar untuk pemuda.
“Lomba Jong dan Sampan Layar yang digelar pekan lalu baru diadakan untuk kalangan umum, belum ada untuk pelajar dan pemuda. Padahal, tradisi turun-temurun ini harus dilestarikan sebagai aset wisata daerah,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Karimun Zulfikar.
Zulfikar yang turut menyaksikan tradisi Melayu yang tahun diadakan di Pulau Parit itu mengapresiasi kegiatan tahunan itu.
Dia mengatakan, Lomba Jong –sejenis lomba sampan mini tanpa dikemudikan manusia– dan sampan layar itu sangat potensial dikembangkan sebagai objek wisata unggulan, termasuk dalam menarik minat wisatawan mancanegara.
“Lomba akan lebih menarik kalau pelajar diikutsertakan, setidaknya mereka dapat mengenal lebih jauh serta mencintai budaya daerah,” katanya.
Ia juga mengharapkan Dinas Pariwisata lebih gencar mempromosikan lomba tersebut sehingga dapat diikuti negara lain yang memiliki akar budaya Melayu, seperti Singapura dan Malaysia.
“Antusias masyarakat juga sangat tinggi untuk mengikuti lomba. Ini merupakan aset wisata yang tak ternilai dan patut dilestarikan,” katanya.
Ia juga mengatakan, peningkatan kunjungan wisatawan dalam menyaksikan lomba tersebut akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
“Dengan ramainya wisatawan yang datang menyaksikannya, maka anggaran yang dikucurkan untuk kegiatan lomba itu tidak terbuang sia-sia. Ini menjadi tugas Dinas Pariwisata untuk mengemas kegiatan tersebut dengan baik,” ucapnya. (rus)





