Isu menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan, olehnya memungkinkan orang untuk berpendapat secara beragam. Orang sering menyebut isu dengan berbagai macam istilah: kabar angin, desas-desus, dan rumor. Ada pula yang mengatakan isu sama dengan gosip. Padahal penyebutan isu itu sendiri sebenarnya salah kaprah. Kalau mengacu ke bahasa Inggris, isu itu artinya topik atau pokok persoalan, tidak ada sangkut pautnya dengan desas-desus atau selentingan yang mengandung konotasi ketidakpastian.
Isu, gosip, rumor, desas-desus, bagaimana pun kami menyebutnya, jika kita tak bijak menanggapinya, tetaplah menjadi percik api yang bisa membakar amarah dan terjebak pada fitnah.
Bangun tidur, kami langsung sarapan gosip artis. Tengah hari, kami mengisinya dengan bergunjing. Malam hari, kami berselancar di dunia maya sambil menjaring isu-isu panas yang akan kami gandakan di dinding media sosial. Sungguh, atas semua yang kami kerjakan itu, tak setitik pun kami merasa bersalah, apalagi berdosa. Bahkan kami bangga atasnya. Terlebih, jika isu yang kami sebarkan itu mendapat banyak acungan jempol dan komentar.
*Penulis adalah Ketua Umum Ikatan Wartawan Online






