Charli Donna prihatin masih ada pernikahan anak di bawah umur

Karimun (Jurnal) – Kasus pernikahan anak di bawah umur, salah satunya akibat hamil di luar nikah mengundang keprihatinan dan menggugah hati nurani Charli Donna Sitorus, politisi Partai Kebangkitan Bangsa yang baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Karimun untuk periode 2019-2024.

Sebagai seorang perempuan, saya sangat prihatin masih ada pengaduan soal pernikahan anak di bawah umur. Seharusnya anak di bawah umur bisa meningkat atau masih dalam proses remaja menuju dewasa, belum saatnya untuk menikah,” kata Charli Donna di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Menurut Donna, biasa dia disapa, anak-anak terutama perempuan itu sudah terbagi, waktunya sudah terbuang dengan sia-sia sementara masa depannya masih panjang.

“Istilahnya dengan alasannya seperti itu tadi, anak tersebut harus mengemban masalahnya karena belum saatnya menikah. Karena hamil diluar nikah yang harus diemban sendiri dan harus diproses sendiri. Jadi setelah itu, masa untuk bergaul seusianya atau berkarir sudah tidak ada lagi,” tuturnya.

Sebagai anggota DPRD dan seorang perempuan, dia menyarankan perlunya peningkatan kegiatan penyuluhan di sekolah-sekolah maupun di tengah masyarakat.

“Kedepannya kita akan dorong kegiatan penyuluhan untuk masyarakat dan sekolah-sekolah biar jangan terjadi lagi hal yang tidak diinginkan seperti itu,” ujarnya.

Kegiatan penyuluhan perlu melibatkan orangtua murid agar mereka selalu mengawasi dan yang lebih penting lagi pengertian terhadap anak-anak, bagaimana kalau terjadi seperti itu dan apa yang akan terjadi untuk dirinya, karena penyesalan itu tidak akan datang untuk kedua kalinya. “Mungkin dari penyuluhan itu diharapkan dari sekian persen bisa berkurang, karena kalau kita langsung stop, tidak mungkin, ungkap Donna.

“Untuk kegiatan penyuluhan, nantinya kita dorong melalui OPD Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, mana tahu dari dinas terkait ada penyuluhan yang lain termasuk ide-idenya mereka untuk yang bersangkutan,” kata Donna.

Dia mengimbau kepada orang tua maupun guru agar selalu memberikan nasihat kepada anak-anak, dan memberikan motivasi untuk berbuat hal-hal positif dan kegiatan yang bisa membuat hidup setiap anak itu tidak melakukan kegiatan yang negatif.

“Istilahnya dapat mengembangkan dirinya dalam bidang apa saja, yang penting kegiatan itu positif,” ujarnya.

Ketika ditanya soal pengaruh kecanggihan teknologi informasi, Donna menyebutkan tentu sangat berpengaruh terhadap anak-anak, seperti telepon seluler atau gadget yang bisa mengakses internet setiap saat.

“Jadi, sangat penting bagi orang tua maupun guru di sekolah untuk selalu mengawasi anak-anak biar jangan terlalu sering memegang handphone dan harus ada aturannya. Dan juga bagi orang tua, di gadget itu kan ada aplikasi yang bisa digunakan untuk memblokir aplikasi yang negatif,” tuturnya.

Dia juga menyarankan kepada pihak sekolah untuk selalu menggelar razia bagi siswa agat tidak bebas menggunakan handphone, paling tidak razia itu dilakukan dua kali dalam seminggu.

“Jadi anak itu bisa ibarat ada ketakutan untuk membawa gatget dan razia itu harus dirahasiakan hari apa hari apa saja, seperti sidak dadakan,” katanya.

Dengan adanya razia dadakan itu, anak tidak akan ada yang berani membawa gadgetnya ke sekolah dan harus ada ketegasan dan wajib dari pihak sekolah, ujar Donna yang duduk di Komisi III DPRD Karimun. (edy)

Total Views: 250

Pos terkait