Penjelasan Tentang Cendramata dari Murid SMAN Tugumulyo untuk Guru Pensiun

Musi Rawas, JurnalTerkini.id – Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas (Mura), Suheriyah memberikan penjelasan atas polemik dugaan pungli terhadap siswa di SMA yang ia pimpin, Kamis (28/10).

Ia mengatakan, iuran tersebut merupakan sumbangan dari murid kepada guru yang akan pensiun, sebagai tanda jasa atau ucapan terimakasih murid kepada guru selama mendidik.

Bacaan Lainnya

Uang dari iuran tersebut nantinya akan diserahkan kepada guru yang pensiun dalam bentuk cenderamata, berupa emas setengah suku untuk setiap guru yang pensiun.

“Kami punya guru tujuh, yang pindah satu, dan yang pensiun enam,” ujarnya.

Ia mengaku, pemberian cenderamata emas setengah suku sebagai tanda jasa terhadap guru yang pensiun itu telah dibicarakan dengan komite.

“Tahun ini kami bicarakan gimana solusinya, orang tua ingin berpartisipasi mengadakan perpisahan ucapan terimakasih kepada guru yang purna bakti, itu kata perwakilan komite,” katanya.

SMAN Tugumulyo sendiri termasuk sekolah unggulan di Kabupaten Mura, dengan anak didik berjumlah 996. Dari jumlah murid tersebut, Suheriyah tidak menekankan semua murid harus ikut iuran, karena sifatnya sumbangan.

“Kami kasihkan yang tidak bayar anak yang tidak mampu, anak yatim piatu, anak anggota komite dan anak guru. (Yang bayar)  tapi anak yang mampu saja, diperkirakan jumlahnya 800,” jelasnya.

Kemudian, ia mengatakan hal semacam itu merupakan tradisi yang sudah berjalan selama ini di SMA tersebut dan merupakan tradisi baik, karena ada semacam ungkapan terimakasih dari murid kepada guru yang telah mendidik selama ini.

“Ini sudah sejak kepala sekolah yang lalu, PNS yang mundur, pensiun atau pindah tugas ada suatu bentuk perpisahan dan ada kenang-kenangan,” tuturnya.

Lebih lanjut, perpisahan dengan guru pensiun tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada 1 November 2021. (ABK97)

Baca juga: Petani Dukung Pengeringan Daerah Irigasi Kelingi Tugumulyo

Total Views: 247

Pos terkait