Karimun (Jurnal) – Setelah banyak melalui rintangan, akhirnya harapan Pemerintah Kabupaten Karimun untuk melakukan ekspor buah pisang dan nanas ke Singapore hasil petani Kundur akhirnya terealisasikan, Sabtu (20/10).
Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, Pemerintah Kabupaten Karimun khususnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sudah lama merencanakan untuk mengekspor nanas dan pisang, hanya saja banyak mengalami hambatan.
“Sebenarnya hampir menyerah. Tapi karena Dinas Pertanian Karimun terus berjuang dan berusaha, akhirnya bisa terealisasikan juga,” kata Rafiq.
Sebelumnya ada hambatan yang dialami oleh Dinas Pertanian Karimun seperti, sarana pengangkut untuk membawa buah-buahan tersebut ke Singapura dan tingginya biaya operasional pengiriman buah-buahan tersebut untuk dikirim kesana serta ada beberapa hambatan lagi yang mampu dilalui oleh Dinas Pertanian.
Rafiq juga menyebutkan bahwa keberhasilan ini merupakan peran penting dari Kementerian Pertanian Republik Indonesi yang sudah mendukung penuh untuk ekspor nanas dan pisang.
“Terima kasih kepada Kemetrian pertanian, khususnya Ditjen Horticultura yang telah mewujudkan ekspor nanas dan pisang ke Singapura. Kami harapkan petani mendapat jaminan pasar bagi produknya sehingga tidak ragu lagi menanam nanas,” kata Rafiq.
Sementara itu, Dirjen Hortikultura Kementan RI Dr Suwandi mengatakan, disaat rupiah melemah saat ini, ekspor nanas dan pisang adalah pilihan yang tepat untuk menjaring devisa dan bisa menjadi nilai tambah pendapatan bagi petani.
“Melihat potesinya yang cukup bagus, nanas dan pisang Kundur memiliki peluang untuk dijadikan komoditas ekspor andalan dari Pulau Kundur, Kabupaten Karimun. Dengan target ekspor perdana negara tetangga yg letaknya sangat dekat dengan pulau Kundur yaitu Singapura,” ungkapnya.
Untuk ekspor perdana kali ini, ada 5 ton nana dan 1 ton pisang yang sudah siap dikirim ke Singapura. Tahapan selanjutnya, target ekspor adalah 10 ton per minggu hingga akhir 2018.





