Karantina Karimun Gelar Rapaat Koordinasi Guna Perkuat Pengawasan

Karimun (Jurnal) – Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun menggelar rapat koordinasi penguat sinergitas pengawasan dan penindakan zona rawan satu. Jumat (31/8).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka upaya pencegahan penyelundupan komoditas karantina pertanian di wilayah Kabupaten Karimun.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun Priyadi mengatakan, bahwa banyaknya pintu masuk pelabuhan rakyat yang rawan menjadi tempat penyelundupan barang-barang import di wilayah Karimun.

“Dengan adanya forum koordinasi ini, untuk memperkuat pengawasan dan penindakan karantina di zona rawan satu. Maka kita mengajak unsur TNI AL, Kepolisian serta seluruh instansi terkait dapat bersama-sama mengawasi. Pasalnya saat ini banyak berbagai kendala, sehingga perlu untuk menyatukan prinsip dari seluruh instansi yang terlibat,” kata Priyadi.

Maka, pihaknya meminta seluruh instansi terkait turut menjaga bersama daerah-daerah yang dinilai rawan. Hal tersebut guna mengantisipasi masuknya wabah penyakit yang berasal dari komoditas pertanian ilegal di Kabupaten Karimun.

Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta kepada pihak-pihak terkait untuk lebih mempermudah dan mempercepat proses pengurusan ijin importir secara legal.

“Untuk itu selain diperketatnya penjagaan seluruh titik rawan penyelundupan, tentunya pihak terkait lebih memudahkan dalam proses pengurusan, guna menghindari keluhan serta kelangkaan komoditas pangan di wilayah Kabupaten Karimun,” kata Rafiq.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi tersebut, pihak karantina dan seluruh instansi yang terlibat sudah menyepakatinya bahwa para importir nantinya diwajibkan melapor. Dan dilengkapi sertifikat masuk, untuk menjaga stabilitas stok dan harga komoditaa pangan di Kabupaten Karimun.

Total Views: 167

Pos terkait