Karimun (Jurnal) – Beberapa orang supir taxi mendatangi kantor Pelindo I Tanjungbalai Karimun, Jumat (24/8).
Kedatangan para supir taxi tersebut dikarenakan adanya tindakan petugas Pelabuhan Karimun yang dirasa tidak menyenangkan.
Para supir taxi tersebut tergabung dalam tiga organisasi, yaitu Koperasi Putera Karimun (Kotapka), Koperasi Jasa Angkutan Taxi Karimun (KJATK) dan Koperasi Taxi Wisata (Kopsita).
Salah satu perwakilan supir taxi Pelabuhan Karimun, Herman mengatakan, mereka mendatangi kantor Pelindo karena adanya sikap arogan yang dilakukan petugas pelabuhan kepada supir taxi.
“Kita minta Pelindo sebagai pengelola pelabuhan agar mengajak kami duduk sampai dimana batasan kami, jangan ada kata-kata kasar kepada kita lagi,” ujarnya.
Herman menambahkan, bahwa adanya laporan tentang salah satu supir taxi yang melakukan pemerasan di Pelabuhan Domestik Karimun.
Para supir taxi pelabuhan ini juga meminta pihak Pelindo untuk menunjukkan siapa yang melakukan pemeresan.
“Kita juga ingin Pelindo menunjukan data pemerasan yang dilakukan apakah itu supir taxi, ojek dan lain-lain. Ini mereka tidak bisa tunjukan datanya,” katanya lagi.





