Pamekasan, Jurnal Terkini – Dalam memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, khususnya petani, pemerintah Kabupaten Pamekasan canangkan sekolah lapang khusus untuk membidik para petani tembakau. Kamis, 12/8/21
Sekolah tersebut merupakan pelatihan pengelolaan dan cara agar petani bisa menghasilkan kualitas tembakau yang terbaik.
Kegiatan membidik petani ini memanfaatkan kucuran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang dialokasikan ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pamekasan, salah satunya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
Kepada media, Kepala Bidang Produksi Pertanian DKPP Pamekasan Achmad Suaidi, menjelaskan bahwa ada 10 kelompok tani yang diikut sertakan dalam sekolah tersebut.
Dari 10 poktan tersebut diambil dari 10 kecamatan yang ada di Pamekasan, khusus kecamatan yang memiliki sentra tembakau.
“Misal untuk daerah sawah atau tegal atau gunung itu biaya produksinya apa ada perbedaan, nanti kita akan tekankan di situ, akan kita belajar bersama kelompok tani itu sehingga mereka belajar nanti akan tahu apakah mereka bertani tembakau itu menguntungkan atau tidak,” kata Suaidi.
Perlu diketahui bersama bahwa sekolah lapang tembakau tersebut telah dilaksanakan sejak bulan Juli lalu, dan akan dikembangkan lagi agar kualitas tembakau di Pamekasan sekain unggul.
Suaidi juga menambahkan bahwa sekolah lapang tersebut merupakan sarana agar petani tembakau mengetahui kelebihan kelebihan varietas Prancak 95.
Sehingga petani tembakau tertarik untuk menggunakannya saat musim tembakau tiba.
Suaidi berharap dengan diadakannya kegiatan sekolah lapang tembakau bagi petani tembakau seberapa besar biaya pokok produksi dari masing-masing pelaksanaan kegiatan.
“Kalau misal satu kelompok tani peserta tiap Sekolah Lapang berjumlah 25 orang, maka secara keseluruhan sudah bisa mengcover paling tidak 250 anggota kelompok tani peserta Sekolah Lapang tembakau se-Pamekasan,” paparnya. (Fiki)





