Pamekasan, Jurnal Terkini – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan bersama Bea Cukai Madura gencar lakukan sosialisasi manfaat Dana Bagi Hasil Cukai Hasi Tembakau (DBHCHT). Selasa, 24/8/21.
Kali ini sosialisasi manfaat DBHCHT disiarkan secara langsung melalui talkshow di salah satu radio swasta di Pamekasan.
Dalam kesempatan tersebut, nampak hadir Zainul Arifin, selaku Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Madura yang menjadi narasumber, didampingi Sri Puja Astutik, Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Pamekasan dan Koeswanti, Kasi Pelayanan Kesehatan Primer, Dinas Kesehatan Pamekasan.
Menurut Zainul Arifin, pemanfaatan DBHCHT Pamekasan di bidang kesehatan antara lain digunakan untuk pembayaran iuran BPJS bagi PBID (Penerima Bantuan Iuran Daerah), pengadaan obat, fasilitas kesehatan, dan pemeliharaan alat kesehatan.
“DBHCHT berperan penting dalam pembiayaan kesehatan masyarakat, sehingga masyarakat perlu paham cukai yang menjadi sumber DBHCHT dan membantu pemerintah untuk menghindari rokok ilegal”, ungkap Zainul.
Sementara itu, Koeswanti, Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Dinkes Pamekasan, secara tegas mengatakan bahwa DBHCHT tahun 2021 akan difokuskan untuk pembayaran PBID perserta BPJS.
“Jadi masyarakat yang tidak tercover PBIN akan tercover di PBID. Dinkes hanya membayarkan iuran premi yang ditagih oleh BPJS. Tahun 2021 Dinkes mendapatkan alokasi dananya Rp. 14,1 Miliar, padahal untuk membayar PBID satu tahun membutuhkan dana Rp. 43 Miliar,” pungkasnya.
Menurutnya, PBID membutuhkan kucuran dana yang lumayan besar, mengingat masyarakat yang tercatat sebagai peserta BPJS pada awal tahun sebanyak 90.959 orang.
Sementara di tahun 2021 Pemkab Pamekasan dibebani oleh peserta PBI Kelas III Mandiri sebanyak 2.800 peserta.
“Jadi ada dua beban yaitu PBID dan PBI Kelas III Mandiri,” imbuhnya.
Disamping itu, kepala bagaian perekonomian Setdakab Pamekasan, Sri Puji Astuti, dengan adanya DBHCHT tersebut, dia ber berharap bisa dirasakan oleh masyarakat terutama para petani dan masyarakat tidak mampu untuk dibantu iuran BPJS.
“Semoga petani bisa meningkatkan kualitas bahan bakunya,” tutupnya. (Fiki)





