Ini Alasan Pamekasan Menerima DBHCHT Terbesar di Madura Tahun 2021

Pamekasan, Jurnal Terkini – Perusahaan rokok di Pamekasan merupakan terbanyak di Madura, tercatat 70 industri rokok di Pamekasan. Jum’at, 16/7/21.

Itulah sebabnya Pamekasan menjadi kabupaten dengan pendapatan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) terbesar di Madura.

Jumlah banyaknya industri rokok tersebut berdasarkan penuturan Zainul Arifin Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Bea Cukai Madura.

Dirinya mengatakan bahwa berdasarkan catatan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madura, Jawa Timur, total pabrik rokok yang tersebar di empat kabupaten di Pulau Madura sebanyak 90 pabrik rokok. Sedangkan 70 pabrik di antaranya berada di Pamekasan

Data tersebut merupakan data real yang sudah tercatat di Bea Cukai, sedangkan untuk yang ilegal tidak termasuk didalamnya.

Menurut Zainul Arifin, meski jumlah perusahaan rokok di Pamekasan tergolong banyak, namun pola produksi perusahaan yang ada masih rendah.

Yakni masuk golongan III. Sehingga jumlah produksinya tidak lebih dari 500 juta batang pertahun.

“Sedangkan untuk golongan II jumlah produksi rokoknya lebih dari 500 juta batang tetapi tidak lebih dari 2 miliar batang pertahun. Untuk golongan I jumlah produksi rokoknya lebih dari 2 miliar batang pertahun,” lanjut Zainul.

Ia menambahkan bahwa semakin banyak pendapatan lokasi pertanian tembakau dan pabrik rokok semakin besar pula dana yang disumbangkan untuk DBHCHT.

“Sebab, penentu besaran DBHCHT ini salah satunya jumlah perusahaan rokok. Kabupaten Pamekasan tercatat paling banyak perusahaan rokoknya,” kata Zainul Arifin. (Fiki)

Total Views: 196

Pos terkait