Karimun (Jurnal) – Bupati Karimun Aunur Rafiq dan sejumlah Pejabat Daerah melakukan rapat koordinasi dan konsultasi terkait sinergitas perkembangan ekonomi Kabupaten Karimun di tahun 2018 dengan para pelaku usaha di Karimun, Rabu (21/2).
Rapat koordinasi tersebut dilakukan di rumah dinas Bupati Karimun dengan pembahasan masalah masalah yang berhubungan dengan perekonomian, khususnya bahan-bahan komoditi sembako.
Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, rapat yang dilakukan dengan para pengusahan baik importir maupun eksportir di Karimun.
“Kita lakukan rapat dan dialog pagi ini dengan tujuan memaparkan kondisi real tentang tuntutan ekonomi dengan gambaran permasalahan ekonomi, khususnya bahan pokok seperti sembako,” ujar Rafiq saat diwawancarai.
Rafiq juga menambahkan, dengan ditutupnya keran impor pada 2017 lalu, maka yang memenuhi kebutuhan pokok masyarakat adalah komoditi lokal, meskipun sedikit sedikit tersendat-sendat di beberapa komoditas, seperi beras dan gula.
Agar permasalahan ini diketahui oleh pusat san menjadi pembicaraan di pusat nantinya, maka Rafiq akan mencoba menyurati Gubernur Kepri yaitu Nurdin Basirun, agar bisa disetujui untuk membuka kembali kran impor di Karimun.
“Kami nanti akan coba menyurati bapak Gubernur, agar permasalahan ini nantinya akan menjadi pembicaraan di pusat oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea Cukai Khusus Kepri Rusman Hadi mengingatkan kepada pelaku usaha untuk mengurus perizinan ke pusat, yang nantinya akan dikawal oleh pihak Pemda dan Bea Cukai.
“Untuk mempersiapkan ini semua maka para pengusaha sebaiknya segera mengurus surat perizinan ke pusat, memang dalam pengurusannya sangat mudah, akan tetapi mengeluarkan perizinannya lah yang sangat sulit,” ujar Rusman.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan mengadakan forum komunikasi agar dalam hal pengurusannya lebih efisien, dan pihaknya akan terus melakukan pengawalan terhadap pengurusan perizinan tersebut.





