Massa dari DPC Bara Api Asahan di hadapan Kasi Intel Kejari Asahan Js Malau SH meminta agar secepatnya mengusut dugaan yang merugikan negara, menyalahgunakan Dana hibah oleh KONI Asahan.
“Adanya dugaan rekayasa atas biaya pengiriman keberangkatan atlit setiap Cabang Olahraga (Cabor) mengikuti Kejurda atau Kejurnas,” tegas Ketua Bara api.

“Dugaan keberangkatan atlet, KONI Asahan pungut biaya dari pihak ketiga, sementara Dana hibah KONI Asahan terus meningkat pertahunnya mencapai 8 (Lapan) Miliar lebih. “Dua atlit yang berangkat, tetapi dalam SPJ, 10 atlit diberangkatkan, ini dugaan yang dilakukan pengurus KONI Asahan, jelas Ketua bara api.
Dalam orasinya dia mengatakan adanya dugaan pengurus KONI Asahan melakukan manipulasi data juga penginapan, serta jumlah atlet yang diberangkatkan mengikuti kejuaraan. Dia juga menduga Pengurus KONI Asahan serta Pejabat BKAD Asahan Ada Udang dibalik batu, Ada permainan dalam pencairan dana hibah Pemkab Asahan.
“Usut dan tangkap aktor intelektual serta pihak-pihak yang terlibat dalam praktek haram ini,”teriak dari massa.
Kakan Kesbangpol pemkab Asahan R. Tambunan Menanggapi dan menerima tuntutan dari massa pendemo tersebut, dan ia berjanji akan segera menyampaikan kepada Bupati Asahan Serta mengkonfirmasikan dengan pihak terkait secepatnnya.
“Kami akan menindaklanjuti tuntutan ini,dan segera memanggil pihak yang terkait dan saya meminta dalam waktu 7 hari kami akan memberi kabar Kepada DPC Bara api,” tegas Kasi Intel Kejari. (Daulay)






