“Tanpa alat tersebut teman-teman akan sulit bekerja karena mereka kan juga takut terpapar, jadi alat ini wajib ada dan alhamdulillah alatnya sudah dipesan, terakhir saya dapat informasi alatnya tiba dalam 17 hari ke depan,” Katanya.
Tidak hanya itu, Muin mengatakan, Bio Safety Cabinet juga digunakan untuk proses pemeriksaan sampel PCR atau ekstraksi.

Dimana, kemampuan alat tersebut jika menggunakan alat bantuan dengan deteksi 2 Gin hanya akan mampu sekitar 12 sampel per hari.
“Tetapi dari RSUD kemarin bersama pak Sekda sudah konsen untuk beli alat setara yang dimiliki RSKI di Btm yang sekali digunakan bisa 48 sampel. Jadi, satu hari itu bisa 100 sampel,” kata Muin.
“Semoga alat ini bisa segera beroperasi, persiapan sudah, termasuk SDM nya,” tambahnya.
Diketahui, sebelumnya satu unit PCR telah diserahkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah kepada Pjs Bupati Karimun Herry Andrianto di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Kabupaten Karimun, pada 26 Oktober 2020 lalu. (yra)
Baca juga: Puluhan Warga Binaan Rutan Karimun Jalani Tes Urine, Ini Hasilnya





