Meski mengalami kerugian materi, dirinya mengaku bersyukur saat atap rumahnya ambruk disapu angin kencang dan hujan masih deras, aliran listrik sedang mati.

“Tidak terbayang saya pak kalau listrik saat itu hidup, apa yang akan terjadi dengan saya dan anak-anak,” katanya.
Sementara itu, Plh Bupati Karimun, Muhammad Firmansyah mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim dari kecamatan untuk menangani korban.
Untuk sementara waktu, kata dia, korban bersama anak-anaknya akan tinggal di rumah saudaranya.
“Insya allah langkah pertama mereka akan gotong royong bersama warga sekitar untuk memperbaiki atap rumah ibu zuraidah,” kata Firmansyah. (yra)





