“Dalam video itu tampak anak-anak sedang Inhalasi (ngelem), memang itu adalah persoalan lama di Inhil dan akan kita data anak-anak yang serupa”,” ungkapnya.
Lanjut pria yang juga pengurus di IKJR (Ikatan Keluarga Jawa Riau) Kabupaten Inhil ini, Inhalasi bahkan terkonfirmasi telah menimbulkan korban jiwa seorang anak perempuan berusia 10 tahun di Inhil yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan menggenggam sebuah plastik es berisi lem kambing.
Namun ditambah Adam, persoalan inhalasi sudah diprogramkan oleh Komisi 1 DPRD Kab. Inhil pada tahun 2017 dan Ia akan meneruskan program tersebut dengan melibatkan seluruh elemen baik pemerintah maupun swasta serta seluruh masyarakat.
“Inhalasi ini adalah tanggung jawab seluruh pihak, saya prihatin fenomena ini naik kembali. Mudah-mudahan dengan kita semua bahu membahu dengan sistem gotong royong dapat menekan Inhalasi yang ada di Inhil. Mohon doanya,” tutup Adam.





