“Semalam sudah masuk pasokan dari Pertamina, sebagian sudah mulai didistribusikan, namun belum semua. Hari ini dari pagi penyaluran sudah dilakukan, mudah-mudahan besok normal kembali,” kata Yosli.
Ia menyebutkan, alasan lainnya yang membuat sering terjadinya kelangkaan gas elpiji di Karimun ialah karena banyak masyarakat ekonomi ke atas yang menggunakan elpiji 3 kilogram.
Padahal, lanjut Yosli, elpiji 3 kilogram itu sudah ada peruntukkannya, yaitu untuk masyarakan golongan ke bawah.
“Satu alasan lagi yang membuat kelangkaan, yakni banyaknya orang mampu yang menggunakan elpiji 3 kg. Padahal, untuk masyarakat golongan ekonomi ke atas itukan sudah ada elpiji yang 12 kilogram,” katanya.
“Jujur saja saya merasa geram apabila ada masyarakat yang ekonomi ke atas menggunakan elpiji 3 kilogram. Saya saja pakai yang 12 kilogram. Seharusnya mereka malu menggunakan itu,” katanya.
Ia meminta kepada masyarakat ekonomi ke atas dapat menggunakan elpiji 12 kilogram dan tidak menggunakan yang elpiji 3 kilogram yang seharusnya diperuntukkan untuk masyarakat golongan ekonomi ke bawah.
“Gantilah yang 3 kilogram itu ke 12 Kilogram. Kasian masyarakat yang ekonomi ke bawah apabila yang ekonomi atas juga menggunakan. Bahkan, kita ketahui sampai menyetok atau menimbun di rumah,” katanya. (yra)






