Karimun, JurnalTerkini.id – Gas elpiji 3 kilogram atau kerap disebut ‘Melon’ di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mengalami kelangkaan dalam beberapa hari belakangan.
Keterlambatan pasokan gas dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Tanjung Uban, Bintan menjadi penyebab kelangkaan gas tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, UKM dan ESDM Kabupaten Karimun, Muhammad Yosli mengatakan, pengambilan stok gas elpiji di SPBE tersebut harus mengantre sehingga memerlukan waktu yang cukup lama.
“Pengambilan gasnya itu harus mengantre, dan baru dapat dilaksanakan setelah keluar order dari Pertamina. Selain itu, pertamina Bintan itu melayani pengisian elpiji untuk dua Kabupaten, sehingga harus mengantre,” ujar Yosli, Rabu (17/6/2021).
Sambungnya, kendala lainnya adalah disebabkan oleh Kabupaten Karimun yang masih belum memiliki stasiun pengisian sendiri.
Yosli mengatakan, saat ini stok elpiji di Kabupaten Karimun mulai masuk dan sedang tahap pendistribusian ke pangkalan-pangkalan gas.
Ia memprediksikan ketersediaan elpiji akan kembali normal pada Kamis (18/3/2021) besok.
Baca juga: Kapal bawa 7.850 elpiji 3 kg tenggelam di Karimun






