Karimun (Jurnal) – Komando Distrik Militer (Kodim) 0317/ Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau menggelar lomba kesenian tradisional sebagai salah satu upaya menangkal perang modern budaya asing.
Dandim 0317/TBK Lekol Inf I Gusti Ketut Arthasuyasa di sela kegiatan Kamis mengatakan, perlombaan tari dan lagu daerah tidak hanya diikuti jajaran Kodim hingga Koramil, tetapi juga terbuka untuk umum.
“Pengaruh budaya asing atau yang lebih dikenal dengan perang modern semakin mengkhawatirkan, dan masyarakat perlu dibentengi salah satunya dengan budaya dan kesenian daerah,” kata Dandim dalam acara yang dipusatkan di Makodim 0317/TBK.
Dandim mengatakan, selain perkembangan teknologi yang pesat, budaya asing ini begitu mudahnya dirasakan mengingat letak geografis Karimun yang berbatasan dengan negara tetangga, Malaysia dan Singapura.
Oleh sebab itu, kata dia, perlu ditingkatkan pertunjukan-pertunjukan lagu dan tari tradisional daerah untuk menanamkan nilai-nilai budaya pada generasi penerus tersebut.
“Agar tidak terpengaruh dengan tradisi serta budaya budaya asing yang telah menjamur di Indonesia,” katanya.
Dia juga mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu cara untuk melestarikan kebudayaan lokal kepada generasi muda, maka mereka akan lebih antusias mempelajari kebudayaan sendiri daripada budaya dari luar.
Bersamaan dengan itu, akan muncul aktivitas-aktivitas yang positif bagi para pemuda sebagai filter hal-hal negatif, termasuk narkoba.
Hal ini, lanjut dia, sesuai dengan moto TNI, dimana dalam melestarikan budaya setempat merupakan kewajiban bersama tanpa memandang jabatan dan pangkat.
“Bersama rakyat TNI kuat, hebat, profesional siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian,” ujarnya.
Perlombaan kesenian dan tari ini diikuti beberapa regu, dan para pemenang akan kembali bertanding dalam perlombaan serupa di Korem 033/Wirapratama Provinsi Kepri. (ns)





