Kabel beradu akibat layangan, listrik di Karimun langsung padam mendadak

Kabel TM 20 KV di Harjosari beradu memicu pemadaman listrik mendadak di sebagian wilayah Pulau Karimun Besar, Selasa (12/1/2021) sore. (Dok. PLN ULP Tanjung Balai Karimun)
Kabel TM 20 KV di Harjosari beradu memicu pemadaman listrik mendadak di sebagian wilayah Pulau Karimun Besar, Selasa (12/1/2021) sore. (Dok. PLN ULP Tanjung Balai Karimun)

Karimun, JurnalTerkini.id – Aliran listrik di sebagian besar wilayah Pulau Karimun Besar, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau padam akibat layangan tersangkut di jaringan bertegangan menengah, Selasa (12/1/2021) sore.

“Layangan nyangkut di jaringan dekat Harjosari (Kecamatan Tebing). Kabel TM 20 KV ditariknya sampai beradu. Sampai bawa trip je PLTU karena arus gangguannya terlalu besar akibat kabel beradu,” kata Kepala PT PLN Persero Unit Layangan Pelanggan (ULP) Tanjung Balai Karimun Jaswir.

Bacaan Lainnya

Akibat kabel, kata Jaswir, aliran listrik kepada pelanggan padam total hampir satu jam.

Kawasan yang mengalami pemadaman, kata dia, antara lain pusat kota Tanjung Balai Karimun ke arah Kolong, Meral, Batu Lipai, Kapling hingga Tebing.

Aliran listrik baru pulih setelah teknisi melakukan perbaikan pada jaringan yang mengalami gangguan.

Jaswir mengimbau kepada masyarakat agar jangan lagi bermain layangan dekat jaringan, sebab sangat berdampak pada pelayanan masyarakat.

Benang layangan yang diamankan petugas PLN dari jaringan kabel sehingga memicu listrik padam mendadak, Selasa (12/1/2021) sore. (dok. PLN ULP Tanjung Balai Karimun)
Benang layangan yang diamankan petugas PLN dari jaringan kabel sehingga memicu listrik padam mendadak, Selasa (12/1/2021) sore. (dok. PLN ULP Tanjung Balai Karimun)

Selain dapat mengganggu aliran listrik, bermain layangan dekat jaringan atau kabel listrik juga bisa membahayakan keselamatan warga.

“Kami berharap masyarakat bisa mengerti dan sadar bahaya layangan ini, sudah sering dikasih tau, tapi masih aja main layangan di sekitar kabel TM 20 Kilovolt (KV),” katanya.

Di musim hujan seperti sekarang, masih banyak warga yang bermain layangan. Tidak hanya siang hari, tapi juga pada malam hari.

Pemadaman listrik akibat layangan ini dikeluhkan warga. Salah seorang warga Bukit Senang mengatakan warungnya gelap akibat pemadaman listrik secara mendadak.

“Freezer es krim mati karena listrik padam. Tapi tidak sampai satu jam sudah menyala lagi,” kata Wati, seorang pedagang warung di Bukit Senang, Tanjung Balai Karimun. (rdi)

Total Views: 615

Pos terkait