Rencana Vaksinasi COVID-19
Sementara itu, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution dalam pertemuan virtual ini membahas kondisi terkini serta rencana vaksinasi COVID-19.
Edy Natar memaparkan kasus konfirmasi Covid-19 hingga 10 Januari 2021. Secara global, kata dia, terdata 90.059.476 kasus positif, 64.454.248 (71,56%) sembuh, dan jumlah kematian mencapai 1.933.641 (2,14 %).
Sementara data terkonfirmasi nasional berjumlah 828.026 (0,91%), pasien sembuh 681.024 (82,24%), dan jumlah kematian mencapai 24.129 (2,91%).
Adapun 10 provinsi dengan kasus tertinggi di Indonesia ialah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Sumatera Barat, Banten, dan Bali.
Untuk update Covid-19 di Provinsi Riau, berdasarkan rekap data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau sejak 3 Maret 2020 sampai 10 Januari 2021 pukul 16:34:33 WIB, spesimen berjumlah 203.829 jiwa, dan jumlah suspek 64.173 jiwa.
Lima kabupaten/kota dengan kasus Covid-19 terbanyak di Provinsi Riau dari Bunlam Maret 2020-10 Januari 2021 yaitu Pekanbaru, Dumai, Kampar, Siak, dan Bengkalis.
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur juga menginformasikan arahan Presiden RI terkait vaksinasi, yakni akan dimulai 13 Januari 2021 setelah ada izin BPOM penggunaan darurat/emergency use authorization.
“Vaksinasi diharapkan selesai dalam 1 tahun. Presiden mengharapkan penyampaian tentang vaksin kepada masyarakat harus hati-hati, agar tiak terkesan memaksa untuk mencapai target, dan vaksin ini wajib sesuai dengan UU Wabah Nomor 4 Tahun 1984,” terang Wakil Gubernur.
Presiden telah mengeluarkan 5 instruksi terbaru untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19 secara Nasional, di antaranya:
Pertama, vaksin Covid-19 diberikan secara gratis dan masyarakat tidak dikenakan biaya sama sekali.
Kedua, seluruh jajaran kabinet, kementerian, lembaga dan pemerintah daerah agar memprioritaskan program vaksinasi pada tahun anggaran 2021.





