Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini cukup. Hanya saja, harganya saat mengalami kenaikan, Sabtu (4/6/2016).
Karimun (Jurnal) – Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini cukup. Hanya saja, harganya saat mengalami kenaikan, Sabtu (4/6/2016).
“Seperti beras, gula, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya memiliki ketersediaan. Untuk itu masyarakat jangan panik dan jangan membeli kebutuhan pokok itu berlebihan,” ungkap Rafiq usai ekpos kondisi pasar kebutuhan pokok masyarakat di rumah dinasnya.
Terjadinya kenaikan harga dikatakan Rafiq, Pemkab Karimun terus menerus berusaha menekan kenaikan itu dengan cara menggelar bazar sembako murah yang diselenggarakan oleh Diskop UKM dan Perindag.
“Bazar nantinya dibuka dibeberapa titik se-Kabupaten Karimun. Di bazar sembako murah juga akan dilibat para distributor untuk menjual kebutuhan sembako (paket lebaran) dengan harga dibawah pasaran,” ujarnya.
Kepala Diksop UKM dan Perindag Kabupaten Karimun, M. Hasbi dalam ekpos memaparkan, asumsi kebutuhan beras perbulan sebanyak 2.300 ton dengan rincian 10 kg/jiwa, sedangkan gula pasir 299 ton perbuan dengan rincian 1,3 kg/jiwa.
“Asumsi persediaan gula dan beras di rumah tangga dari 2 minggu sampai 2 bulan, begitu juga dengan pengecer atau took, sedangkan di distributor stocknya dari 1 hingga 2 bulan,” tuturnya.
Hasbi juga menerangkan stok beras dan gula pertangal 16 Mei 2016 di beberapa toko serta bulog. Untuk stok beras mencapai 900 ton, sementara gula, stocknya mencapai 53 ton. Selain itu juga memaparkan harga rata-rata sembako pertanggal 23 Mei 2016.
Dalam ekspos kondisi pasar kebutuhan pokok masyarakat juga dihadiri Kapolres Karimun, AKBP Armaini, Dandim 0317 TBK, Letkol Inf. I Gusti Ketut Artasuyasa, para camat dan sejumlah distributor.(edy)





