Masyarakat Meranti Pekanbaru Dukung Firdaus

Selatpanjang (Jurnal) – Gabungan Masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti Riau yang berdomisili di Pekanbaru dan Jakarta mendukung penuh salah seorang tokoh pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti Firdaus Muchtar Djamil untuk ikut Pilkada Meranti yang kedua pascapemekaran 6 tahun yang lalu dari kabupaten induk Bengkalis.

Seperti halnya yang disampaikan Jefrizal, salah seorang aktivis muda yang berdomisili di Pekanbaru melalui pesan inboxnya baru-baru ini.

Dikatakan Jefrizal, menyikapi persoalan Pemda Kepulauan Meranti periode 2010-2015 ini yang dinilai mengalami banyak kegagalan dan tidak bijak dalam mengelola APBD serta tidak ada kejelasan PAD kabupaten termuda ini.

Gabungan Masyarakat Kep. Meranti yang berdomisili Pekanbaru dan Jakarta mendukung penuh kepada Firdaus Muchtar Djamil untuk membenahi Kabupaten Meranti yang dinilai belum terbebas dari kemiskinan, kata dia.

“Untuk pemerintahan kabupaten termuda dengan julukan negeri sagu tersebut. Kita membutuhkan seorang pemberani, tegas, berwibawa dan mempunyai jaringan yang tinggi, atau keberanian mengatakan kepada pusat bahwa, meranti butuh perhatian, meranti butuh alokasi anggaran yang maksimal, meranti harus terlepas dari keterbelakangan dan belenggu kebodohan” ucap Jefri.

Menurut Jefri, aktivis yang terkenal vokal dalam mengkritisi kebijakan pemerintah itu, cara untuk bebas dari kemiskinan dan memaksimalkan APBD dan transparan pengelolaan keuangan tersebut, dan untuk menarik APBD yang sesuai kebutuhan dan bahkan di atas standar kebutuhan, sehingga masalah kemiskinan, pembiayaan sekolah yang masih tinggi, harga BBM yang tidak menghubungkan dengan harga pasaran dan pembiayaan trasportasi antar daerah yang terlalu tinggi bisa di kondisionalkan, sehingga kedepannya yang kita butuhkan pemimpin seperti Firdaus Muchtar Djamil.

Firdaus Muchtar Djamil, dari sisi kelayakan dan kesiapan memang tidak lagi diragukan, jiwa nasionalis dan patriotis juga masih dianggap berkualitas, jadi yang dibutuhkan Meranti adalah orang seperti itu, karena bukan sensasi, bukan pencitraan di balik kegagalan dan bukan juga persoalan cari muka dan tebar pesona yang tidak mendatangkan solusi untuk negri sagu tersebut, tutup Jefri. (Isk)

Total Views: 272

Pos terkait