Polres Inhil bongkar sindikat penipuan online, seorang janda tertipu ratusan juta

  • Whatsapp
Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus penipuan online berkedok investasi yang melibatkan warga negara asing. (foto: abd)
Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus penipuan online berkedok investasi yang melibatkan warga negara asing. (foto: abd)

Tembilahan, JurnalTerkini.id – Kepolisian Resor Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau membongkar sindikat penipuan menggunakan media sosial Messenger diduga melibatkan warga negara asing dengan korban seorang janda.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan dalam konferensi pers yang digelar Jumat (27/11/2020) mengatakan kasus tersebut dimulai sejak September 2020, berawal dari sebuah perkenalan antara korban AH (53) dengan tersangka pelaku James (35) WNA di Facebook atas nama Aamir Rafiq.

Bacaan Lainnya

Dalam perkenalan itu, Alias Mas Jem mengaku sebagai Dinas Militer (Tentara Amerika) yang akan menetap di Indonesia yang baru pulang dari Afghanistan.

Dia mengaku akan pensiun dan berinvestasi sebesar 1.500.000 dolar Amerika, dan tersangka pelaku berjanji akan menikahi korban. Merasa tergiur dengan janji palaku, korban percaya dan mentransfer uang sebanyak 3 kali kepada pelaku.

“Setelah merasa percaya dinikahi, saking cintanya kepada pelaku WNA, korban AH pun langsung transfer sampai 3 kali,” sebut AKBP Dian Setyawan.

Dalam kasus tersebut, pelaku bekerja sama dengan 4 rekannya yang mempunyai peran masing-masing. AS, pria (32) warga Jakarta Barat, GI, wanita (29) warga Jakarta Barat, TA, wanita (34) warga Jakarta Selatan, SF, wanita (27) warga Tangerang Selatan- Banten.

Sementara AZ membuka rekening atas permintaan GU, dari GU diminta membuka rekening oleh TA, dan TA membuka rekening atas permintaan SF alias Julia sebagai ekspedisi kurir, mereka kompak dan mengetahui modus tersebut.

Kronologi kejadian, pada 21 September 2020 sekira jam 11.30 WIB, korban dihubungi oleh seseorang mengaku bemama Julia selaku Agen Ekspedisi Skylink Courier Service, memberitahukan bahwa uang yang dikirim oleh saudara AAMIR RAFIQ sebesar 1.500.000 dolar Amerika telah tiba di Indonesia dan meminta korban untuk mengirimkan uang melalui transfer ke Bank an. AS sebesar Rp18.720.000 untuk pembayaran biaya paket, Rp.52.800.000 untuk pembayaran anti Money Loundry. Rp.200.000.000untuk pembayaran biaya permit ke pihak Imigrasi.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp271.520.000.

“Setalah merasa tertipu korban melakukan laporan Polisi yang mana awalnya ke Kapolda Riau namun dilimpahkan kembali ke Polres Inhil dikarenakan Korban warga Inhil,” Kata Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan.

Pos terkait