Tak Terima Diingatkan Pedagang, Rombongan Anak Punk Terlibat Keributan di SPBU Tengaran

Kabupaten Semarang, jurnalterkini.id — Keributan melibatkan sekelompok anak punk dan warga terjadi di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026) sore.

Bacaan Lainnya

Keributan tersebut diduga dipicu salah satu anggota rombongan yang tidak terima setelah mendapat teguran dari seorang pedagang cilok yang berjualan di sekitar lokasi.

Kapolsek Tengaran Iptu Budi Prihanto mengatakan, rombongan tersebut awalnya berhenti di SPBU karena salah satu sepeda motor yang mereka gunakan mengalami kerusakan.

Saat memeriksa sepeda motor, terjadi cekcok di antara anggota rombongan. Kondisi tersebut kemudian mendapat teguran dari Budi (43), salah seorang pedagang cilok yang berada di lokasi.

“Rombongan ini berhenti karena ada salah satu motor rekannya yang mogok. Lalu mereka cekcok dan diperingatkan oleh Budi, salah satu pedagang cilok di lokasi,” kata Budi, Rabu (16/9/2026).

Namun, teguran tersebut justru memicu emosi salah satu anggota rombongan. Mereka kemudian merusak gerobak cilok milik pedagang tersebut.

Keributan itu sempat dilerai warga yang sedang mengantre di SPBU. Namun, situasi kembali memanas hingga terjadi pengeroyokan terhadap pedagang bakso dan cilok yang berada di sekitar lokasi.

Peristiwa tersebut kemudian beredar di media sosial.

“Mendapat laporan adanya keributan, personel Polsek Tengaran langsung menuju ke TKP. Anak-anak punk ini dapat kami amankan dan kami serahkan ke Satreskrim Polres Semarang,” ujar Budi.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Setelah dilakukan mediasi, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai. Kesepakatan itu dilakukan antara pemilik usaha cilok, Ahmad (40), dan Sultan (28), yang mewakili rombongan tersebut.

Ahmad mengapresiasi penanganan dan mediasi yang dilakukan jajaran Polres Semarang. Menurut dia, kejadian tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghargai orang lain dan menjaga perilaku ketika berada di wilayah orang lain.

“Terima kasih atas penanganan dan mediasi yang diberikan pihak Polres Semarang. Semoga menjadi pembelajaran bersama,” kata Ahmad.

Sementara itu, Sultan menyatakan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi rombongannya.

Ia berjanji akan mengingatkan anggota rombongan untuk menjaga sikap dan perilaku apabila dalam perjalanan mereka singgah di suatu wilayah.

“Ini menjadi pembelajaran bagi rombongan kami. Apabila sedang dalam perjalanan dan singgah di suatu tempat, kami akan menjaga tingkah laku dan perbuatan,” kata Sultan.(Jk_Zed./PH)

Pos terkait