“Pedagang kita imbau tidak menaikkan harga secara sepihak. TPID akan memantau harga secara berkala, melakukan pengawasan terhadap harga-harga agar tidak memicu inflasi”
Karimun (Jurnal) – Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menjamin persediaan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah aman meski harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan di pasaran.
“Pasokan kebutuhan pokok lancar sehingga kami menjamin ketersediaannya di pasaran,” kata Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karimun Arnadi Supaat di Tanjung Balai Karimun, Minggu.
Arnadi Supaat menjelaskan, TPID telah menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait untuk mengevaluasi persediaan dan pendistribusian sembako ke Karimun.
Berdasarkan rapat tersebut, ujarnya, terungkap bahwa alur distribusi barang berjalan lancar, terutama barang-barang kebutuhan menjelang Lebaran.
Dijelaskannya, barang-barang kebutuhan pokok masuk dari luar daerah, seperti Padang, Pekanbaru dan Pulau Jawa tiga kali dalam sepekan menggunakan kapal roro atau feri penyeberangan dari Buton, Riau, sehingga ia menjamin tidak akan putus atau terjadi kelangkaan di pasaran.
“Pengangkutan barang menggunakan kapal roro di Pelabuhan Parit Rampak sangat membantu ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran. Keberangkatan kapal roro relatif lancar, begitu juga dengan kapal pengangkut karena cuaca di laut cukup aman untuk pelayaran,” kata pria yang juga menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Karimun tersebut.
Selain mengevaluasi pendistribusian sembako, ia mengatakan, rapat TPID juga membahas fluktuasi harga di pasaran. Menurut dia, kenaikan harga beberapa kebutuhan belum mempengaruhi ketersediaan pasokan.
Ia menilai kenaikan tersebut masih dalam wajar serta sesuai dengan hukum pasar, harga naik jika permintaan meningkat.
“Pedagang kita imbau tidak menaikkan harga secara sepihak. TPID akan memantau harga secara berkala, melakukan pengawasan terhadap harga-harga agar tidak memicu inflasi,” ucap dia.
Selain itu, kata dia, pemerintah daerah juga akan melakukan operasi pasar pada awal Juli, terutama untuk menekan harga barang-barang kebutuhan Lebaran, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung, telur dan lainnya.
“Pemerintah mengimbau warga masyarakat tidak panik karena kenaikan harga masih dalam batas wajar, kepanikan hanya akan memicu kenaikan harga. Persediaan dan alur distribusi aman sampai Lebaran,” katanya.
Khusus untuk beras, ia menambahkan pihak Bulog telah menyiapkan stok sebanyak 100 ton dan mencukupi untuk kebutuhan hingga Lebaran.
Sumber: antarakepri.com





