KARIMUN, JurnalTerkini.id – Seorang wartawati lokal di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Zubaidah, kembali menginisiasi kegiatan khitanan massal gratis bagi anak-anak bertepatan dengan momentum libur panjang sekolah.
Kegiatan sosial tersebut mulai dilaksanakan di dua lokasi, yakni di kawasan Bukit Atas dan Perumahan Bukit Taman Sari, Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Minggu (28/6). Dan pada Rabu (1/7) kembali mengkhitan dua anak di Parit Benut, Kecamatan Meral.
Inisiator kegiatan, Zubaidah, di Karimun, Kamis, mengatakan bahwa aksi sosial ini secara konsisten digelar waktu libur sekolah setiap tahun sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya memperhatikan aspek kesehatan fisik anak-anak, tetapi juga membangun rasa percaya diri mereka serta mempererat tali silaturahmi antarwarga,” kata Zubaidah.
Aksi kepedulian tersebut diikuti oleh 11 anak yang mendapatkan pelayanan medis dari tim profesional Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Karimun.
Perwakilan PPNI Karimun menyatakan bahwa selain meringankan beban ekonomi orang tua, khitanan massal ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.
Kegiatan sosial ini terlaksana berkat dukungan dan sponsor dari Kantor Imigrasi Karimun serta sejumlah donatur.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan dan meringankan beban orang tua yang mungkin terkendala biaya untuk mengkhitankan anak mereka,” ujar salah seorang donatur yang enggan disebutkan namanya.
Apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat Karimun, Andi Anwar. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara tenaga medis profesional dan elemen masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan publik secara keseluruhan.
Menurutnya, inisiatif sosial seperti ini diharapkan dapat terus berkembang dan menginspirasi pihak lain.
Sementara itu, salah satu orang tua peserta, Syahril (34), mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya khitanan gratis ini karena prosesnya berjalan dengan aman dan lancar.
“Kami sangat bersyukur karena anak-anak kami bisa menjalani sunat dengan cara yang aman dan gratis. Terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli,” kata Syahril. (rdi)





