Karimun, JurnalTerkini.id – BRI Branch Office (BO) Tanjung Balai Karimun terus berupaya untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Kali ini, dana bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) telah disalurkan oleh BRI untuk ribuan siswa Sekolah Dasar (SD) di Karimun.
Penyaluran yang menjadi tahap pertama pada tahun 2025 tersebut ditandai dengan acara penyerahan kartu PIP di SDN 006 Karimun. Diketahui dari data yang dihimpun ada 5.506 siswa SD di Kabupaten Karimun yang menerima bantuan Program Indonesia Pintar pada tahap pertama.
Pada program ini siswa memperoleh bantuan pendidikan berjumlah Rp450.000 setiap tahunnya, di mana pencairannya dibagi menjadi dua tahap, yaitu Rp225.000 di setiap semester.
Branch Office Head BRI BO Tanjung Balai Karimun, Muhammad Khaidir mengatakan, BRI terus berkomitmen agar dana bantuan yang disalurkan itu dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran, serta tertib administrasi sehingga langsung dapat dimanfaatkan oleh siswa penerima.
“BRI sebagai bank penyalur berkomitmen menyalurkan dana Program Indonesia Pintar secara cepat, tepat, dan akuntabel agar siswa penerima manfaat dapat segera menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan pendidikan,” ujar Muhammad Khaidir.
Ia juga menambahkan, BRI akan terus memperkuat kemitraan bersama pemerintah dan Kementerian Pendidikan dalam menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar, sehingga tidak ada satu pun siswa yang berhak terlewat menerimanya.
“BRI juga terus bersinergi dengan Kemendikbudristek dalam menyalurkan PIP guna memastikan tidak ada siswa yang putus sekolah karena kendala biaya pendidikan,” katanya.
Sementara, Bupati Karimun Iskandarsyah menyambut baik kelanjutan Program Indonesia Pintar. Menurutnya, bantuan ini sangat meringankan beban orang tua dalam membiayai keperluan pendidikan anak-anak mereka.
Ia berpesan agar dana tersebut digunakan sebagaimana tujuannya, mulai dari membeli perlengkapan sekolah hingga kebutuhan belajar lain. Iskandarsyah pun mengingatkan agar uang bantuan ini tidak dipakai untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan pendidikan.
“Kami berharap bantuan ini dapat digunakan sebaik mungkin sesuai dengan kebutuhan dan keperluan pendidikan anak. Jangan seperti daerah lain, ada yang menggunakan bantuan ini oleh orang tua siswa untuk Judol,” ujar Iskandarsyah. (Yra)





